Lagi Cerita Panas

CERITA PANAS TERBARU 2012

Tuesday, January 18, 2011

Baca Cerita 17tahun terbaru 2011 terus di mobile

Kumpulan Cerita 17 Tahun di http://cerita17tahun.mobi


Juga lawati situs kumpulan cerita dewasa terbaru 2011 terbesar indonesia di
Semoga kalian terhibur ! Salam sayang dariku!  muahhh

Saturday, January 8, 2011

Cerita tubuh gadis dara 17 tahun | kumpulan cerita

Jangan lupa lawat cerita terbesar indo di mobile di cerita dewasa,cerita ngentot dan cerita seks terus ke mobile.. cerita dewasa 2011! 
Cerita Seks Mobile
Karena letih terus menggendong tubuh dara itu, lelaki kedua memberi tanda untuk berganti posisi. Tangannya yang terikat keatas kepalanya diturunkan, lalu tubuhnya dipaksa untuk menungging diatas ranjang pengantinnya lagi dengan posisi bokongnya tetap menghadap padaku. Lelaki ketiganya menyelusup dibawah tubuh korbannya yang sudah menungging dan agaknya sang lelaki kedua juga ingin merasakan hangat dan lunaknya anus korbannya. Lelaki ketiga memeluk tubuh itu dari bawah berhadapan dengan payudara gadis itu yang tergantung tepat di antara mukanya. ****** bekas memerawani anus dara itu kini dibenamkan ke dalam vaginanya yang telah becek. Dengan liarnya ia menyedoti payudara indah yang menggantung tepat didepan wajahnya bergantian sampai penuh dengan air liur disekitar puting susu korbannya seraya meremas-remas penuh nikmat.

Setengah jongkok tubuh lelaki keduanya mengambil tempat disela-sela pantat dara itu yang telah menungging dengan pantatnya yang menjungkit keatas siap untuk menerima lagi kehadiran ****** lelaki pada liang duburnya yang lezat dan nikmat dengan layanan sensasi nan berbeda. Aku sendiri sudah terlalu letih untuk beronani lagi karena energiku sudah terkuras pula untuk mengikuti kejadian tersebut. Yang pasti perempuan muda itu telah patuh pula pada perintah kedua lelaki bajingan tersebut yang memperkosanya dengan brutal.

Ternyata dari lubang anus dara itupun terdapat pula cairan lengketnya yang membantu melumasi persetubuhan serta melicinkan analnya yang tengah mengimbangi sodokan demi sodokan tonggak kejantanan yang menancap di bongkahan pantatnya yang terbuka secara nyata didepanku. Agaknya dara itu sebelumnya telah membuang hajatnya terlebih dahulu setelah pulang tadi, karena anusnya yang tengah diaduk-aduk oleh ****** lelaki itu telah bersih dari kotorannya pula. Sudah tak ada lagi sisa-sisa kotorannya nan lekat pada batang pelir lelaki itu yang terus merojok-rojok isi anusnya tersebut tanpa peduli sama sekali pada rintihannya.

Laksana diperlakukan sebagai seorang wanita pelacur saja mereka terus menikmati kehangatan dan kelezatan lubang-lubang yang terletak pada area selangkangan indah menawan ditubuhnya. Kedua jari-jari di telapak kaki gadis belia ini sampai tertekuk-tekuk akibat guncangan-guncangan yang dilakukan oleh kedua tubuh kekar dari para lelaki lancang ini nan semakin melekat begitu erat pada bokongnya. Tawa-tawa para pemerkosanya yang tengah menggarap tubuhnya semakin membuat dara itu tidak mempunyai martabat lagi dan dirinya kini sudah menjadi korban kebiadaban dari perbudakan nafsu perampok-perampok tersebut.

Celah-celah pantatnya yang begitu menggairahkan masih dihiasi oleh tancapan kedua pelir lelaki itu yang masih bergoyang-goyang memilukan otot-otot syahwat pada vagina dan duburnya gadis ini. Kejadian yang menimpa dirinya sekarang ini begitu pahit dan terlalu getir untuk gadis seusianya nan baru saja mekar tetapi sudah terpetik layu.

“Wuihh.. uhh.. gak sangka kalau pantat nih cewek sempit banget coi!”, seloroh lelaki ketiga disela-sela genjotannya pada anus gadis itu.

Suara anus itu berdecak-decak nyata di telingaku dan sudah keliatan lebam dan memerah bibir duburnya yang telah diperawani oleh pelir lelaki.

“Oh ya? Kalau gitu gantian dong, aku juga ingin merasakan bagaimana enaknya mengentot pantat perempuan ini”, balas lelaki kedua yang masih keenakan pula menggoyang memeknya dan menimbulkan suara berkecipak di dalamnya itu.
“Mmmh..! mmhh..! ammhh!”, erang gadis itu dalam bungkaman plester di mulutnya.
“Jangan berisik non! Percuma, tidak bakal ada yang mendengar, lebih baik kau menurut saja, ayo sana balik!”, perintah lelaki ketiga yang langsung merengkuh tubuh telanjang dara itu dari posisi menunggingnya.

Kini mereka berganti posisi dengan lelaki kedua masih terlentang dibawahnya, gadis itu ditelentangkan dengan kedua kaki terkangkang diatas tubuh lelaki kedua yang terbaring atasnya untuk dipaksa menduduki pelir lelaki itu menggunakan lubang anusnya itu.

“Ohh.. ohh! Betul juga katamu.. pantatnya lebih sempit nih!”, puji lelaki kedua yang pelirnya telah terbenam di mulut anus gadis itu dan hanya menyisakan rimbunan jembut lebat hitamnya dengan kedua testis menggantung pada pangkal bongkahan pantat gadis itu.

“Sekarang kamu miringkan badan dong! Aku belum kebagian nih!”, tukas lelaki ketiga pada temannya yang memiringkan badannya sehingga tubuh montok dara itu jatuh kesamping berbarengan ikut miring bersamaan dengan lelaki kedua namun masih dengan anus telah tertancap diselangkangannya.

Kaki kanannya telah lurus selonjor diatas ranjang, namun kaki kirinya semakin ditekuk lututnya keatas ditahan tungkainya oleh lutut kiri lelaki yang memperkosa anusnya yang juga membuka kakinya setengah tergantung di udara. Kini lelaki ketiga merebahkan tubuhnya pula dalam posisi miring sehingga kedua tubuh telanjang kedua lelaki itu kembali mengepit tubuh dara yang berada ditengah-tengahnya seperti sepotong hamburger.

Kontolnya diselusupkan kembali ke lubang memek dara itu yang masih terbuka bekas digilir oleh sang boss dan lelaki kedua tadi. Mereka mengayuh biduk liar bahtera hewani nafsu syahwat pada tubuh korbannya yang tak telah lunglai kehabisan tenaga digilir tak berkesudahan di malam yang seharusnya menjadi malam indah bagi diri dan hidupnya.

Seumur-umur dia tak akan menyangka bahwa malam ini ia akan mengalami hal yang paling mengerikan dalam hidupnya, betapa tidak..malam yang seharusnya ia dapatkan dari belaian lembut seorang lelaki terkasih yang menjadi impian hatinya itu kini telah sirna. Khayalan dirinya akan dipeluk mesra bersama sang suami tercinta dan mereguk cinta yang telah mereka rajut berdua kini telah musnah semua akibat ulah para perampok yang menyatroni rumahnya dan menzinahi dirinya.

Tulang kering kaki dari kedua lelaki yang kekar itu bersilangan menahan betis dari pahanya nan terkuak keatas bergoyang-goyang diantara decak-decak suara yang keluar dari ayunan dahsyat kemaksiatan mereka bertiga. Pelir lelaki itu kali ini begitu seakan benar-benar merojok-rojok vaginanya sampai menggesek-gesek umbai kelentitnya yang semakin mekar memerah membasah ini. Terus menerus menghadapi siksaan ini sekaligus membendung sensasi dari nafsu liar para perampok sadis itu yang memperkosanya secara brutal membuat sang dara terpelanting-pelanting didera orgasmenya kembali. Tubuhnya yang melejang-lejang kencang itu kembali meliuk-liuk dengan sebelah betis indahnya yang berada diudara nan terganjal oleh kedua kaki para pemerkosanya menendang-nendang diudara berikut desahan puncak kenikmatannya dalam bungkaman plester.

“Mmhh! mm.. mmhh!! mmhmmhh!!”, jerit dara itu meledak diselingi oleh lekukan tubuhnya yang mengejang dengan seluruh otot diselangkangannya semakin menjepit erat kedua pelir para pemerkosanya itu. Lelaki kedua yang pelirnya berada dianus wanita itu menjadi terlonjak-lonjak menerima sensasi dari empotan lubang dubur korbannya yang tengah mengalami ledakan-ledakan dahsyat orgasmenya untuk yang kesekian kalinya.

“Uhh… uhh.. uohh! aku jug mau kel.. u.. ar.. nih!”, jerit lelaki kedua yang rupanya sudah tak tahan menahan orgasmenya pula, apalagi sejak mencobai lobang pantat gadis itu yang terasa sesak luar biasa menjepit pelirnya membuatnya ingin menuntaskan sudah birahinya pada sang korban.

Iapun langsung mencabut keluar pelirnya yang tertanam di anus gadis belia tersebut, bergegas turun dari ranjang dan sambil berdiri merobek plester di mulut korbannya itu lalu membenamkan kejantanannya disana sambil menjambak rambut gadis itu ia menghentak-hentakkan kepala dara belia tersebut untuk ditumbuk-tumbukkan pada selangkangannya yang berbulu lebat itu.

“Ohh..! ahh..! ahh!!”,ia memuntahkan seluruh air maninya di mulut sang dara cantik itu yang telah penuh oleh sumpalan pelirnya dan dipaksa pula untuk menelan semua cairan lendir putih kental miliknya yang muncrat-muncrat didalam rongga mulut mungil tersebut.

Semua maninya telah tertelan di kerongkongan perempuan muda ini sudah, dan kembali ia memplester mulut korbannya agar ia tak dapat memuntahi lagi air mani lelaki tersebut. Setelah itu ia mengemasi pakaiannya yang tercecer di lantai kamar untuk kemudian pergi meninggalkan kawannya yang masih asyik mengentoti tubuh gadis itu.

Tinggal tersisa lelaki ketiga dengannya sekarang sepeninggal lelaki kedua tadi dan aku melihat temannya telah menerobos keluar dari pagar rumah tersebut setelah berpakaian lengkap sambil membawa karung hasil rampokkannya pula di kegelapan malam tanpa peduli lagi dengan kawannya. Mungkin mereka tak mau kelihatan bergerombol agar tak dicurigai aksinya oleh pihak berwajib. Kembali aku menyaksikan adegan porno selanjutnya dari lelaki terakhir yang tersisa ini dan wow! Ia kembali membuat tubuh telanjang gadis belia ini dipaksa menungging di depanku dengan pelirnya yang masih tegang mengangguk-angguk setelah berhasil mengalahkan memek dara itu, ia kini balik lagi mencoblos kontolnya ke lubang pantat yang sangat digemarinya ini.

Tubuh kekarnya semakin liar mengempos dubur korbannya yang telah lunglai habis-habisan ini digilir sejak tadi, sebelah kakinya yang setengah jongkok itu kala mengentoti anus korbannya diangkat seperti ****** yang sedang kencing serta lututnya menumpu pada bongkahan pantat gadis tersebut sambil terus mengenjot tubuh perempuan belia yang telah takluk padanya. Tubuh keduanya tampak semakin licin berkilat oleh peluh mereka yang menyatu menghiasi adegan intim nan penuh paksaan semalam suntuk ini.

Karena lama bertahan lama dalam posisi itu, aku melepaskan aksi intipku dulu untuk membuat secangkir kopi hangat sebagai penahan rasa kantukku yang mulai melanda kedua pelupuk mataku ini dan meninggalkan adegan paksa yang masih berlangsung itu tanpa adanya usaha untuk mencegah peristiwa tragis yang menimpa sosok dara belia nan cantik namun bernasib sangat malang.

Selang beberapa saat aku hanyut dalam tegukkan sensasi kopi hangat yang kureguk di tenggorokkanku untuk kemudian kembali lagi melanjutkan aksi intipku. Lelaki penikmat dubur cewek ini kini berdiri diatas kasur ranjang pengantin itu dan tubuh perempuan muda yang masih menungging ini kedua kakinya ditarik melempeng kebelakang dengan kedua belah lututnya yang telah lurus itu tercengkeram oleh kedua tangan kekarnya. Lubang anusnya kembali ditembus batang kejantanan lelaki ketiga yang terakhir ini mengerjainya malam itu.

Dua bongkahan pantatnya yang padat menempel pada selangkangan lelaki yang doyan anus wanita ini dengan kaki lurus kebelakang melewati kedua pinggang pemerkosanya dengan posisi betis indahnya yang menekuk melengkung keatas serta menggantung bebas diudara. Rasanya jarang sekali ditemukan dalam film-film porno adegan yang seperti ini, tetapi kini dilakukan oleh pria itu kepada wanita korban pelampiasannya ini.

Ia memaksa kedua kaki gadis itu menjepit pinggangnya dengan kedua mata kaki korbannya bersilangan sehingga tubuhnya yang telanjang tergantung indah ini mengunci ketat pinggang lelaki bajingan itu. Dalam keadaan demikian kedua belah payudaranya nan indah melesak di kasur nan empuk itu menjadi tumpuan tubuhnya yang setengah melayang di udara ini. Dengan posisi demikian maka makin dalamlah tusukkan pelir lelaki itu menembus poros usus gadis belia cantik nan penuh derita berkepanjangan ini.

Anusnya terasa dimasukki oleh besi panas saja karena diusianya yang masih terlalu dini itu ia sudah dipaksa untuk mengenal permainan ranjang yang demikian tak lazim yang diperbuat lelaki-lekaki pemerkosanya. Tubuhnya yang semula kelihatan sangat mulus bersih serta terawat apik tanpa sedikitpun cacat dan cela tadinya itu kini berubah menjadi lusuh dan kotor bermandi keringat dengan lelehan lendir penuh nista permainan paksa mereka yang berceceran disana-sini.

Kasur putih dibawahnya telah penuh bercak darah kesuciannya di malam perkawinan yang mana keperawanannya telah direnggut oleh lelaki yang bukan kekasihnya, tetapi melainkan para pembunuh suaminya sendiri. Dengan sisa-sisa tenaganya yang terakhir gadis itu berusaha mengetatkan jepitan bongkahan pantatnya sendiri dan membiarkan lelaki itu terus menikmati kehangatan lorong dinding-dinding anusnya sambil berharap lelaki itu segera menyudahkan permainannya yang telah membuat duburnya menjadi semakin sembab dan bengkak ini. Tetapi ia salah menduga stamina lelaki ketiga ini yang demikian kuat melakukan anal sex terhadap tubuh mekarnya yang telanjang dalam dekapan.

Tanpa terasa cairan di anusnya semakin keluar melumuri daerah tempat keluar masuk batang kejantanan perkasa lelaki sang pemerkosa terakhir ini yang terus menggenjotnya dengan brutal. Suara berdecak-decak pada dinding anusnya yang tergesek-gesek oleh ****** itu semakin jelas terdengar olehku. Clop! clop! clop! Begitulah bunyi yang ditimbulkan dari dubur yang tengah diperkosa tersebut dan itu semakin dahsyat dilancarkan dengan penuh semangat oleh lelaki ketiga ini. Akupun berpikir kalau seandainya nanti mendapatkan seorang istri, maka aku akan pula ingin merasakan nikmat lubang pantatnya saat melayaniku nanti sebagai variasi bercinta, karena rasanya pasti demikian lezat sebagaimana yang telah kusaksikan sendiri saat ini dari lelaki garong itu kepada korbannya.

Dan lama-kelamaan jepitan kedua kaki dara yang bersilangan itu mulai melemah sudah, tubuh telanjangnya terhuyung-huyung jatuh kebawah seakan tulang-tulangnya telah terlolosi satu persatu. Tampaknya ia kembali kehilangan kesadarannya, namun tangan kekar itu sigap sekali menahan perut rampingnya agar pinggul telanjang korbannya tak sempat ambruk ke atas kasur, dicabutnya zakar itu dari anusnya, kemudian tubuh pingsan yang terkapar itu ditelentangkan.

Kedua tumit dara belia itu di taruh diatas pundaknya kiri kanan dan betis indahnya didekap didada bidang lelaki ketiga itu, otomatis pinggul gadis itu terangkat melayang separuh diudara nan bertumpu pada punuknya seiring tarikan lelaki tersebut pada kakinya. Kedua belah payudaranya nan indah semakin membulat mengembang dalam posisi sensual ini.

Tanpa perlu diarahkan lagi dengan tangannya, lelaki itu mendorong pinggulnya yang berada tepat pada bongkahan pantat yang terbuka itu sehingga kontolnya terbenam di lubang memek gadis yang sudah becek itu tanpa kesulitan yang berarti. Memeknya telah licin dan sudah tak sempit seperti semula akibat diperawani oleh ****** boss mereka yang paling besar diantara mereka bertiga, namun pelir anak buahnya tak bisa dianggap remeh karena tetap lebih besar dan panjang pula dari kepunyaanku.

Demikianlah ia kini berganti mengerjai vagina korbannya yang sepertinya akan diperlakukan sama seperti yang diperbuat oleh bossnya dahulu. Ia tampaknya ingin membuat gadis ini menjadi hamil, karena selain malam itu bertepatan dengan masa kesuburan rahimnya, ia ingin pula mencoba-coba dari gadis yang begitu sempurna ini nantinya pasti akan menghasilkan keturunan yang bagus pula keindahan fisik dan ketahanan tubuhnya melayani lelaki. Hanya saja ia khawatir kalau bibit bossnyalah yang jadi, sedang dirinya tidak, kalau hal itu terjadi maka ia tak dapat berbuat apa-apa, karena ia mencintai gadis ini sekarang sekaligus menyukai pantatnya nan memberinya kepuasan maksimal di atas ranjang.

Deru birahinya semakin menyala-nyala seiring dengan suara kecipakkan di vagina becek itu yang terus diembatnya sampai suatu saat pula tubuhnya kejang-kejang sambil menekuk bak seekor udang mendekap erat pinggul korbannya dan memuntahkan semua isi cairan lahar panas dari pelirnya yang telah begitu lama terbenam di rongga peranakan gadis cantik nan begitu mudanya itu.

Sesudahnya ia menyatukan kedua kaki gadis telanjang itu yang telah diluruskan kemudian mengikat kedua mata kakinya menjadi satu lalu tubuh bugil korbannya ini digantung diatas kayu pancang kelambu ranjang itu yang terbut dari kayu jati sehingga kuat menahan tubuh telanjang dara montok yang pingsan ini dengan kepala dibawah berurai rambut hitamnya yang berserakan di atas sprei putih ranjang pelaminan penuh noda ini. Tampak cairan sperma lelaki itu meleleh turun dari celah-celah bokong mudanya yang menggantung tanpa daya ini.

Satu jam lelaki itu membiarkan tubuh molek si dara tergantung sampai dirasanya sperma yang telah ia tumpahkan tadi di dalam rahimnya sudah kering terserap oleh tubuhnya yang mana diharapkan dapat membuahi rahim mudanya itu untuk menjadi ibu dari anak-anak mereka nanti. Setelah itu ia memanggul tubuh gadis yang telah ternoda itu pergi meninggalkan rumah tetanggaku tersebut dan menghilang di kegelapan malam. Akupun segera berkemas-kemas pergi meninggalkan rumahku lagi dalam keadaan kosong untuk pulang disaat hari menjelang subuh kembali ke tempat kostku dengan hati galau.

*****

Kutatap tulisan di koran sore ini yang bertajuk kriminal dan kudapati berita mengenai peristiwa tersebut di dalamnya.

“Pembunuhan sekaligus penculikan yang menimpa sepasang pengantin baru, gadis yatim piatu itu bernama Evelyne, berusia 19 tahun, belum diketahui dimana keberadaan gadis itu sekarang..”

Kututup lembaran koran itu dengan penuh sesal dihati akan bayang-bayang wajah gadis itu yang seolah-olah masih tersenyum manis padaku saat keluar dari mobil pengantinnya waktu itu dari balik jendela rumahku. Ia memang masih terlalu belia untuk mengalami kejadian tragis seperti itu. Andai saja dia yang menjadi istriku.. mungkin ceritanya akan lain.

Koleksi tubuh gadis dara ada di bawah ini, cekidot dan download sekarang juga.sumber dari http://ceritadewasa.prohost.mobi

Thursday, December 9, 2010

Kisah Ngentot Dandy Gang Bang

Kisah ngentot mobile
Sebut saja namaku Dandy 30 tahun, 170/65 berparas seperti kebanyakan orang pribumi dan kata orang aku orangnya manis, atletis, hidung mancung, bertubuh sexy karena memang aku suka olah raga. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar di kota Surabaya dan statusku married. Perlu pembaca ketahui bahwa sebelum aku bekerja di Surabaya ini, aku adalah tergolong salah satu orang yang minder dan kuper karena memang lingkungan keluarga mendidik aku sangat disiplin dalam segala hal. Dan aku bersyukur sekali karena setelah keluar dari rumah (baca:bekerja), banyak sekali kenyataan hidup yang penuh dengan “warna-warni” serta “pernah-pernik”nya.
Kisah ini berawal terjadi sebagai dampak seringnya aku main chatting di kantor di saat kerjaan lagi kosong. Mulai muda aku adalah termasuk seorang penggemar sex education, karena buat aku sex adalah sesuatu yang indah jika kita bisa menerjemahkannya dalam bentuk visualnya. Dan memang mulai SD, SMP sampai SMA hidup aku selalu dikelilingi cewek-cewek yang cakep karena memang aku bisa menjadi “panutan” buat mereka, itu terbukti dengan selalu terpilihnya aku menjadi ketua osis selama aku menempuh pendidikan.
Kembali pada ceritaku, dunia chatting adalah ‘accses’ untuk mengenal banyak wanita dengan segala status yang mereka miliki; mulai ABG, mahasiswi, ibu muda sampai wanita sebaya, di luar jam kantor. Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu “kehidupan sex having fun”.
Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname yang menantang kaum hawa untuk pv aku, hingga masuklah seorang ibu muda yang berumur 32 tahun sebut saja namanya Via. Via yang bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dengan paras yang cantik dengan bentuk tubuh yang ideal (itu semua aku ketahui setelah Via sering kirim foto Via email aku). Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dia setiap jam kantor dan dari sini Via sering curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Karena kita berdua sudah sering online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yang cenderung tidak bisa menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap kesempatan online atau mungkin aku sempatkan untuk call dia.
Hingga suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, aku lupa tanggal berapa tapi yang pasti hari pertemuan kami tentukan bersama hari Jum’at. Setelah menentukan dimana aku mau jemput, sepulang kantor aku langsung kendarai mobil butut starletku untuk meluncur di tempat yang janjikan. Dengan perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan aku berfikir secantik apakah Via yang usianya lebih tua dari aku 2 tahun. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku bener-bener ketemu dengan Via. Wow! Aku berdecak kagum dengan kecantikan Via, tubuhnya yang sexy dengan penampilannya yang anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya. Tidak terlihat dia seorang ibu muda dengan 3 orang anak, Via adalah sosok cewek favorite aku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yang sexy membuat aku menelan ludahku dalam-dalam saat membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan Via.
Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menawarkan pergi ke salah satu motel di sudut kota (yang aku tahu dari temanku). Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Via yang cantik sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang tipis.. Dan sepanjang itu juga “adik kecilku” mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku langsung memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 102.
Didalam kamar aku sangat grogi sekali bertatapan dengan wajah Via..
“Met kenal Dandy,” Via membuka obrolan.
“hey Via..,” aku jawab dengan gugup.
Aku benar-benar tidak percaya dengan yang aku hadapi, seorang ibu rumah tangga yang cantik sekali, sampai sempat aku berfikir hanya suami yang bego jika tidak bisa menyayangi wanita secantik Via.
Kami berbicara hanya sekedar intermezo saja karena memang kami berdua tampak gugup saat pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng “adik kecilku” yang sudah meronta ingin unjuk gigi.
“Dandy meskipun kita di sini, tidak apa-apakan jika kita tidak bercinta,” kata Via.
Aku tidak menjawab sepatah katapun, dengan lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. Dengan lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagaikan dikomando aku menciumi leher Via yang terlihat sanagt bersih dan putih.
“Via kamu sangat cantik sayang..,” aku berbisik.
“Dann.. jangan please..,” desahan Via membuat aku terangsang.
Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Via yang jenjang.
“Akhh Dandy..”
Tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Via yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.
“Ooohh.. Danddyy..”
Via mulai mengikuti rangsangan yang aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yang lebih jauh..
“Via, aku buka jas kamu ya, biar tidak kusut..,” pintaku.
Via hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas dimukaku. Setelah jas Via terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Via yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Via yang mulai terangsang dengan aktivitas aku. Tanganku yang nakal mulai menarik tanktop warna hitam dan..
Wow.. tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Via untuk kemudian mulai melpeas BH dan menjilati puting Via yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Via berdiri dengan kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Via yang lain nya.
“Ooohh Danndyy.. kamu nakal sekali sayang..,” rintih Via.
Dan saat aku mulai menegang..
“Tok.. tok.. tok.. room service.” Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dengan harapan supaya dia cepat pergi.
Setelah roomboy’s pergi, aku tidak memberikan kesempatan untuk Via bangkit dari pinggir. Parfum Via yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. Dengan bekal pengetahuan sex yang aku ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan teman kantor), aku semakin berani berbuat lebih jauh dengan Via. Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yang digunakan Via, dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian vagina Via. Tanpa berfikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Via.
“Oohh.. Dan.. nikmat.. sayang,” Via merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang vaginanya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu. Dan disaat dia sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku aku masukkan dalam lubang vagina dan aku semakin tahu jika dia lebih bisa menikmati jika diperlakukan seperti itu. Terbukti Via menggeliat dan mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk.
“Aakkhh Dann.. kamu memang pintar sayang..,” desah Via.
Disaat kocokkan jariku semakin cepat, Via sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..
“Dann.. sayang.. aku nggak tahan.. oohh.. Dan.. aku mau..” visa menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.
“Daann.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.”
Via merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, aku membuka mulut aku lebar-lebar, sehingga carian itu tidak ada yang menetes sedikitpun dalam mulutku.
Aku biarkan Via terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan, aku memperhatikan Via begitu puas dengan foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar. Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran 19 cm dengan bentuk melengkung, langsung menghujam celah kenikmatan Via dan sontak meringis..
“Aaakhh.. Dandy..,” desah Via saat penisku melesak kedalam lubang vaginanya.
“Dandyy.. penis kamu besar sekali.. aakkh..”
Aku merasakan setiap gapitan bibir vaginanya yang begitu seret, sampai aku berfikir suami macam apa yang tidak bisa merasakan kenikmatan lubang senggama Via ini?
Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Via yang mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.
“Danddyy.. sudah.. sayang.. akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina mengapit batang penisku. Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Via. Aku tidak mempedulikan desahan Via yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memberikan kepuasan bercinta, yang kata Via belum pernah merasakan selama berumah tangga. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Via menggelinjang hebat karena memang bentuk penisku agak bengkok ke kiri.
Tiba-tiba Via mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan..
“Dann.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu hebat sayang, aku.. nggak tahan..,” seiring jertian itu, aku merasakan cairan hangat meleleh disepanjang batang penisku dan aku biarkan sejenak penisku dalam vaginanya.
Sesaat kemudian aku melepas penisku dan mengarahkan ke mulut Via yang masih terlentang. Aku biarkan dia oral penisku.
“Ahh..,” sesekali aku merintih saat giginya mengenai kepala penisku. Disaat dia asik menikmati batang penisku, jariku yang nakal, mulai menelusuri dinding vagina Via yang mulai basah lagi.
“Creek.. crekk.. crek..,” bunyi jariku keluar masuk dilubang vagina Via.
“Ohh.. Dandy.. enak sekali sayang..”
1.. 2.. 3.. 4.. 5.. jariku masuk bersamaan ke lubang vagina Via. Aku kocok keluar masuk.., sampai akhirnya aku nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan penisku, untuk menggantikan 5 jariku yang sudah “memperkosa” lubang kewanitaannya.
Dan..
“Ohh.. sayang aku keluar lagi..”
Orgasme yang ketiga diraih oleh Via dalam permainan itu dan aku langsung meneruskan inisiatif menindih tubuh Via, berkali-kali aku masukkan sampai mentok.
“Aaakhh.. sayang.. enak sekali.. ohh..,” rintih Via. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Via..
“Sayang aku boleh keluarin di dalam..,” aku tanya Via.
“Jangan.. aku nggak mau, entar aku hamil,” jelas Via.
“Nggak deh sayang jangan khawatir..,” rengekku.
“Jangan Dandyy.. aku nggak mau..,” rintihan Via membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yang berikutnya.
“Akhh.. oohh.. Dandy.. sayang keluarin kamu sayang.. aakkhh..,” Via memintaku.
“Kamu jangan tunggu aku keluar Dandy.. please,” pinta Via.
Disaat aku mulai mencapai klimaks, Via meminta berganti posisi diatas.
“Danndy aku pengen diatas..”
Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Via bangkit dan langsung menancapkan penisku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.
“Akhh gila, penis kamu hebat banget Dandy asyik.. oohh.. enak..,” Via merintih sambil menggoyangkan pinggulnya.
“Aduhh enak Dandy.. ”



Goyangan pinggul Via membuat gelitikan halus di penisku..
“Via.. Via.. akh..,” aku mengerang kenikmatan saat Via menggoyang pinggulnya.
“Dandy.. aku mau keluar sayang..,” sambil merintih panjang, Via menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku “hilang” ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.
“Via.. Via.. ahh..”
Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.
“Croot.. croot..” semburan spermaku langsung muncrat dalam lubang Via, tetapi tiba-tiba Via berdiri.
“Aakhh Dandy nakal..”
Dan Via berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dalam vaginanya, karena memang dia tidak menggunakan pernah menggunakan KB.
Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru saat bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
“Dandy, kapan kamu ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayang,” tanya Via.
Aku menjawab lirih, “Terserah Via deh, aku akan selalu sediakan waktu buatmu.”
“Makasih sayang.. kamu telah memberikan apa yang selama ini tidak aku dapatkan dari suami aku,” puji Via.
“Dann.. kamu hebat sekali dalam bercinta.. aku suka style kamu,” sekali lagi puji Via.
Pertemuan pertama ini kita akhiri dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan dengn kata-kata, dan hanya kami berdua yang bisa rasakan itu. Aku memang termasuk orang yang selalu berusaha membuat pasanganku puas dan aku mempuyai fantasi sex yang tinggi sehingga tidak sedikit abg, mahasiswi dan ibu muda yang hubungi aku untuk sekedar membantu memberikan kepuasan buat mereka.jangan lupa baca cerita ngentot di mobile selalu di http://ngentot.prohost.mobi dan di cerita dewasa mobile


Tuesday, December 7, 2010

Ngentot fiona montok 17tahun

Fiona, seorang model dan artis papan bawah, yaitu yang biasa kebagian hanya sebagai peran pendukung, namun di usianya yang masih muda, 25 tahun, dia sudah menempati sebuah rumah yang terbilang mewah di sebuah kompleks elite dan sebuah mobil BMW sudah dimilikinya. Kalau cuma mengandalkan gajinya saja belum tentu dia memiliki semua itu, tidak lain dia dengan menjadi ‘peliharaan’ seorang pejabat pemerintahan yang kaya dan berkuasa yang usianya lebih pantas menjadi ayahnya. Dengan kecantikannya, rambut panjang sedada, tubuh jangkung (172cm) dengan kulit putih mulus, dan wajah Indonya yang mempesona dia menundukkan Pak Michdan, 54 tahun, dalam sebuah jamuan makan malam. Pak Michdan walau sudah berkeluarga hubungannya dengan istrinya hanyalah sebagai formalitas, sama seperti dirinya, istrinya pun suka selingkuh sana-sini sebagai dampak dari kehampaan hidup di tengah gelimang kemewahan, anak tunggal mereka yang sekolah di luar negeri juga terkenal akan keplayboyannya. Tiga bulan setelah pertemuan mereka, Pak Michdan resmi mengangkat Fiona sebagai simpanannya.
 
Sebagai wanita simpanan, tugas Fiona sebagian besar adalah memenuhi kebutuhan biologis Pak Michdan yang hobbynya melalap gadis-gadis muda seusianya. Pak Michdan memang nafsu seksnya menggebu-gebu, namun staminanya yang telah dimakan usia tidak mengimbanginya, seringkali Fiona merasa kurang puas, tapi dia tidak enak mengatakannya terus terang. Libidonya yang cukup tinggi yang belum sepenuhnya terpuaskan oleh Pak Dahlan melibatkannya dalam beberapa affair dengan oknum-oknum tertentu dalam lingkungan kerjanya seperti sutradara, fotografer, dan produser. Suatu hari Pak Michdan sedang pergi ke luar negeri untuk urusan dinas sehingga meninggalkan Fiona selama dua mingguan. Di saat yang sama Fiona menerima pinjaman sebuah DVD porno dari salah seorang temannya. Alih-alih sedang sepi sedang tidak ada job dan Pak Michdan sedang tidak ada, Fiona menyetel DVD itu di kamarnya. Di film itu dia melihat seorang wanita Asia yang cantik dan berwajah innocent sedang digauli tiga orang pria negro bertampang sangar. Wanita itu mula-mula menolak tapi lama-lama dia terlihat semakin menikmati digangbang tiga ‘gorila’ itu. Dengan agresifnya dia melayani ketiga penis hitam, panjang, dan berurat itu. Hingga akhirnya sperma ketiga pria itu muncrat membasahinya luar dan dalam, wanita itu bahkan menelan sperma para lelaki itu dan menjilati yang tercecer di badannya.


Tontonan itu membuat jantungnya berdebar-debar, dia sampai orgasme sekali karena mengelus-elus kemaluannya. Dia mulai membayangkan bagaimana rasanya bersetubuh dengan orang-orang kasar dan lower class. Sepertinya ada sensasi lain yang timbul dari hubungan seperti itu karena dia merasa jenuh dengan kehidupan seks yang begitu-begitu saja. Pemikiran seperti itulah yang mengubah perilaku seksualnya, dia membayangkan sebuah penis hitam panjang menyetubuhinya dan tangan-tangan kasar menggerayangi tubuhnya. Dia menuju ke jendela, dan melihat ke bawah dari kamarnya di lantai dua, diperhatikannya Pak Misno, tukang kebunnya yang berusia 43 tahun sedang membersihkan mobil di halaman depan. Pria itu mengelapi mobil dengan tangannya yang kokoh berurat, keringatnya terlihat membasahi dahinya, sesekali dia menyeka keringat itu dengan tangannya. Sungguh obsesi itu makin menggodanya membuat jantungnya berdetak makin cepat. Di rumah itu, selain Pak Misno, masih ada juga Mbak Jum, pembantu rumah tangganya. Dia masih mempertimbangkan kalau-kalau perempuan setengah baya itu mengetahui kalau dia membuat skandal. Sambil merenunginya, Fiona tiduran telentang di ranjang spring-bednya, tangannya mengelus-elus vaginanya sambil terus membayangkan hasrat liarnya, sampai akhirnya dia tertidur tanpa memakai celana.
 
Bangun-bangun langit sudah menguning dan jam sudah menunjukkan pukul 5.15 sore. Fantasi liar itu masih saja membayanginya. Dia memikirkan beberapa saat tentang niatnya itu, akhirnya dia membulatkan tekad untuk menjalankan fantasinya itu. Fionapun melepas seluruh pakaiannya lalu melilitkan handuk kuning ke tubuhnya. Dipanggilnya Pak Misno melalui intercom yang mengarah ke ruang belakang yang ditempati pembantu.
â€Å“Pak Misno, tolong kesini sebentar, kran air disini macet nih keliatannya !”
Sebentar kemudian sudah terdengar ketukan di pintu, dengan dada makin berdebar-debar, Fiona membukakan pintu kamarnya. Muka Pak Misno langsung memerah bercampur gugup melihat penampilan seksi majikannya itu, paha jenjang yang putih mulus itu sungguh membuatnya menelan liur, belum lagi tonjolan dadanya yang membusung itu.
â€Å“Ayo Pak, sini, tolong diliat krannya ada yang ga beres !” sahutnya seraya menarik lengan Pak Misno yang berotot itu dan mengajaknya ke kamar mandi.
Fiona sebisa mungkin bersikap normal walau gairahnya meningkat, agar tidak memberi kesan murahan pada tukang kebunnya itu. Sementara Pak Misno terlihat salah tingkah dan matanya sesekali mencuri pandang tubuh Fiona yang indah itu, ingin sekali dia melihat di balik handuk itu, batang kemaluannya menggeliat karenanya.


Di kamar mandi mewah yang ada TV-nya itu, Fiona duduk di mulut bathtub dan menyilangkan kakinya sehingga paha mulusnya semakin menampakkan keindahannya pada pria berkumis itu.
â€Å“Ini Pak, kran buat bathtubnya ga jalan, ga tau kenapa nih !” katanya
â€Å“Bisa kok Bu, ga ada yang macet !” kata pria itu setelah memutar kran dan airnya mengalir
â€Å“Ooohh…ya udah, soalnya tadi saya puter-puter berapa kali airnya ga keluar melulu sih, makasih ya Pak !” katanya seraya bangkit berdiri mau mengantarkan Pak Misno ke pintu.
Fiona yang berjalan duluan ke arah pintu dikejutkan oleh tarikan dari belakang yang menyebabkan handuk yang melilit tubuhnya terlepas. Dia terkejut dan secara refleks menutupi bagian dada dan selangkannya dengan kedua tangan.
â€Å“Aww…kurang ajar, apa-apaan nih !” jeritnya pura-pura marah pada Pak Misno
Namun Pak Misno dengan cekatan segera menangkap kedua lengan Fiona lalu diangkat ke atas dan dikunci pergelangannya dengan telapak tangannya yang besar dan kokoh, selain itu pria itu juga memepet Fiona hingga punggungnya menempel ke tembok dekat pintu kamar mandi. Nafsu Pak Misno yang sudah lama tidak bertemu dengan istrinya di kampung mendorongnya untuk bertindak lebih dulu sebelum Fiona memulai.
 
Aahh, Ibu ini malu-malu, saya tau kok Ibu sengaja ngegodain saya, lagian emang daridulu saya udah kepengen nyicipin Ibu kok, hehehe !Pak Misno ketawa dekat wajah Fiona.
Mata pria itu seperti mau copot memperhatikan tubuh telanjang Fiona yang sempurna, putih mulus tak bercacat, buah dadanya kencang dan montok dengan perut rata, pada pangkal pahanya nampak rambut-rambut hitam yang lebat menutupi daerah itu. Fiona sendiri mulai merasa seksi dan terangsang memamerkan tubuh telanjangnya di depan tukang kebunnya itu.
â€Å“Pak…enngghh !” desahnya ketika Pak Misno meremas payudara kanannya
â€Å“Gini kan yang Ibu mau, mumpung Bapak nggak ada !” katanya dekat telinga Fiona sehingga dengus nafasnya meniup telinga dan tenguknya dan menaikkan gairah Fiona.
â€Å“Lepaskan, Pak…eemm !” kata-kata Fiona tidak sempat terselesaikan karena Pak Misno keburu melumat bibir tipisnya dengan bibirnya yang tebal.
Rontaan Fiona, yang pada dasarnya hanya pura-pura itu melemah karena birahinya yang makin meninggi. Ketika Pak Misno melepas kuncian pada kedua pergelangannya, dia serta merta melingkarkan lengannya ke leher pria itu sambil membalas ciumannya dengan panas, lidah mereka beradu, saling belit dan saling jilat.


Tangan Pak Misno bergerak ke belakang mengelus punggung, terus turun meremas bongkahan pantatnya. Sementara nafas mereka sudah memburu dan terasa hembusannya pada wajah masing-masing. Puting Fiona yang berwarna kemerahan mengeras akibat gesekan-gesekan jari Pak Misno. Dia semakin terangsang, tanpa menghiraukan bau keringat dan mulut Pak Misno dia mencumbu pria itu dengan penuh gairah. Mulut Pak Misno kini mulai turun ke dagunya, lalu menurun lagi hingga badannya membungkuk dan berhenti di payudara kirinya. Puting itu dikenyotnya dengan gemas, dihisap dan sesekali digigit-gigit kecil sehingga Fiona makin mendesah.
â€Å“Sshhh…ahh…jangan Pak !” desahnya.
Penolakan yang tidak sunggu-sungguh itu malah memicu Pak Misno untuk mempergencar serangan-serangan erotisnya.
â€Å“Ohhh…eengghh !” lenguh Fiona panjang dengan tubuh bergetar saat dirasakannya telapak tangan kasar itu menyentuh daerah kewanitaannya.
Pak Misno memainkan jari-jarinya pada bibir vagina majikannya itu membuat daerah itu basah. Fiona tersentak, tubuhnya serasa kesetrum ketika jari tukang kebunnya telah masuk lebih dalam dan menyentuh klitorisnya. Tubuhnya seolah kehilangan tenaga, hanya bisa bersandar ke dinding dan pasrah atas perlakuan Pak Misno.
 
Ciuman Pak Misno kini merambat turun hingga dia berjongkok dan wajahnya tepat di depan kemaluan Fiona. Dia diam mematung dan pasrah saja saat mulut tukang kebunnya menyentuh kemaluannya yang berbulu lebat. Lidah Pak Misno menyentuh bibir kemaluannya, sehingga tubuhnya bergetar, tanpa sadar Fiona juga menempelkan kemaluannya itu makin dekat ke mulut Pak Misno. Pak Misno menyedot-nyedot vagina Fiona dengan nikmatnya, lidahnya menyusup masuk mengais-ngais bagian dalam kemaluannya, sementara tangannya sibuk mengelusi paha mulus dan pantatnya yang bulat. Fiona menahan nikmat sambil menggigit bibir dan meremasi rambut Pak Misno. Lidah hangat itu memain-mainkan klitorisnya sehingga rangsangan dari sana merambat ke seluruh tubuh Fiona membuat tubuhnya bergetar. Terbesit perasaan malu mengingat perbedaan status mereka yang demikian kontras, namun nafsu mengalahkannya, dia sudah tidak peduli pada semua itu, toh dirinya juga sudah sering melakukannya, ini hanya sekedar variasi dari kehidupan seksualnya. Fiona kini menaikan satu kakinya ke pundak Pak Misno dan menikmati permainan lidahnya yang lihai. Sekitar sepuluh menitan Pak Misno mengerjai kemaluannya hingga tubuhnya mengejang dan vaginanya mengeluarkan cairan orgasme. Pak Misno masih menjilati vagina Fiona, cairan itu dia jilati dengan lahap.


Puas melahap vagina majikannya, Pak Misno bangkit berdiri dan melepaskan pakaiannya satu-persatu. Fiona menatapi tubuhnya yang berotot dengan kulit sawo matang itu, terlebih ketika Pak Misno melepaskan celana dalamnya, mata Fiona terpaku pada penis yang telah menegang sebesar pisang ambon itu. Pak Misno meraih tangan Fiona dan menggenggamkannya pada penisnya.
â€Å“Gimana Bu, gede kan, gimana dibanding sama punya Bapak ?”
Tanpa diperintah Fiona berlutut sehingga penis itu menodong ke wajahnya, benda itu terasa keras sekali dan sedikit berdenyut-denyut. Tanpa malu-malu lagi, Fiona mulai menjilati penis yang digenggamnya itu, buah zakar hingga ujung penisnya tak luput dari sapuan lidahnya, sesekali benda itu dibelai dengan pipinya sampai pemiliknya melenguh keenakan. Setelah batang itu basah dan mencapai ketegangan maksimal, dia mulai menjilati dan mencium bagian kepalanya yang seperti jamur itu, kemudian dia membuka mulutnya dan memasukkan batang itu hingga mentok, itupun tidak masuk seluruhnya karena terlalu besar untuk mulut Fiona yang mungil. Kepalanya maju-mundur mengemut penis hitam besar itu sambil tangan satunya memijati payudaranya sendiri. Sebelum mencapai klimaks, Pak Misno menyuruh majikannya berhenti dan mengangkat tubuhnya hingga berdiri.
â€Å“Nanti aja Bu, jangan buru-buru, ntar kurang kerasa enaknya !” katanya
 
â€Å“Kita main di bak aja yah Pak, airnya udah penuh tuh !” ajak Fiona melihat ke arah bathtub yang airnya sudah mulai meluap.
Fioana pun lalu berjalan ke arah bathtub, diambilnya sabun cair dari pinggir bak, ditumpahkan sedikit lalu diaduknya air itu dengan tangannya hingga berbusa. Keduanya pun masuk ke bathtub itu, bagi Pak Misno ini pertama kalinya dia merasakan mandi di kamar mandi mewah itu bersama wanita secantik Fiona. Fiona duduk dan menyandarkan punggungnya pada tubuh Pak Misno yang mendekapnya dari belakang. Pak Misno lalu mengguyur wajah dan rambut majikannya itu dengan air hingga basah.
â€Å“Saya udah suka sama Ibu dari pertama ketemu dulu, apalagi kalau ngeliat Ibu di majalah atau di tivi, enak yah Bu jadi orang terkenal gini ?” kata Pak Misno sambil membelai rambut panjang Fiona.
â€Å“Ah, Bapak kan cuma liat dari luarnya aja, sebenernya dunia saya ini ga seindah itu kok Pak, bisa dibilang munafik, kita ngapain aja harus jaga imej, susah jadi diri sendiri, hidup emang ga ada yang kurang, tapi masih belum happy, yah tapi ginilah Pak kalau kerja begini, mau gimana lagi !” jawab Fiona menghembuskan nafas panjang.
â€Å“Ssshhh…!” desisnya lirih ketika tangan Pak Misno membelai payudaranya di bawah air sana.
 
â€Å“Bu, Ibu pertama kali ngentot kapan sih ?tanya Pak Misno lagi.
Fiona terdiam, teringat kembali mimpi buruknya dimasa lalu ketika masih SMA, keperawanannya direnggut seorang pria teman sekolahnya yang lalu memutuskannya tak lama setelahnya dan belakangan ketahuan bahwa pria itu memakai dirinya untuk taruhan dengan teman-temannya tentang berhasil tidaknya mengambil keperawanan dirinya.
â€Å“Pak, tolong jangan ungkit masalah pribadi yah, saya ga suka ucapnya dengan nada serius seraya menarik wajah Pak Misno dan mencium bibirnya untuk mengalihkan pembicaraan itu.
Pria itu membalas ciuman majikannya dengan ganas pula sambil meremas-remas payudaranya. Fiona menggenggam penis Pak Misno yang telah mengeras di bawah air sana, memegangnya saja Fiona sudah nafsu karena keras dan tonjolan urat-uratnya terasa di tangannya. Dikocoknya batang itu sebentar sebelum diarahkan ke vaginanya.
â€Å“Sshhh…eemmm…eenggh !” desahnya ketika batang itu melesak ke dalam vaginanya.
Pak Misno pun sama-sama mendesah merasakan himpitan dinding vagina Fiona pada kemaluannya. Mulailah Fiona menaik-turunkan tubuhnya, dengan posisi demikian penis itu lebih terasa tusukannya. Sambil menikmati genjotan, lidah Pak Misno berpindah-pindah pada telinga, leher, dan pundak Fiona.
â€Å“Ssshh…oohh terus Bu !” Pak Misno menggeram, tangannya yang kokoh terus memijati payudara majikannya.
 
Goyangan mereka makin liar, terlihat dari air yang makin beriak, demikian halnya dengan desahan mereka yang makin menceracau. Fiona makin menekan-nekan tubuhnya seiring dengan orgasmenya yang hampir tiba. Klentitnya makin bergesekan dengan penis Pak Misno yang berurat itu sampai akhirnya dia tidak bisa menahan diri lagi, tubuhnya mengejang dalam pelukan tukang kebunnya.
â€Å“Aahhh…ahhh…saya keluar Pak !” erangnya mengekspresikan kenikmatan luar biasa yang didapatnya, kenikmatan berbeda yang tidak pernah dia dapatkan dari ‘suami’nya maupun teman-teman kencan lainnya.
Pak Misno masih belum menunjukkan tanda-tanda klimaks, dia masih bersemangat menggenjot Fiona. Mereka berganti posisi, sekarang Fiona duduk di bersandar bathtub itu sambil membuka kedua kakinya, tangannya berpegangan pada bibir kanan dan kiri bathtub. Setelah memposisikan diri diantara kedua paha itu, kembali Pak Misno menusukkan senjatanya ke liang vagina Fiona. Pria itu maju-mundur sambil memegangi betis Fiona, sentakkan tubuhnya menciptakan ombak mini di bak itu. Gumaman dan desahan keluar dari mulut Fiona menikmati sodokan Pak Misno yang demikian nikmatnya. Terkadang Pak Misno menggerakkan pinggulnya sehingga penisnya bergerak seperti mengaduk vagina majikannya.
 
Genjotan-genjotan Pak Misno begitu dahsyat sampai Fiona mendesah sejadi-jadinya mencurahkan segala hasrat liar yang selama ini terpendam.Urat di kening dan tubuh pria itu semakin menonjol yang berarti nafsunya telah diubun-ubun. Tiba-tiba dia menusukkan penisnya lebih dalam sambil mendesah panjang, beberapa kali senjatanya menembak di dalam rahim Fiona. Setelah itu frekuensi genjotannya makin turun dan turun hingga akhirnya dia menjatuhkan diri mendekap tubuh majikan cantiknya itu dengan penis masih menancap. Mereka berpelukan mesra menikmati momen-momen pasca orgasmenya, nafas mereka yang menderu-deru terasa hembusannya.
â€Å“Gimana Bu, puas ga ?” tanya Pak Misno
Dengan wajah memerah, Fiona mengaku ini adalah permainan ternikmatnya karena mengandung sensasi kasar dan liar yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Mendengar itu, Pak Misno juga tersenyum karena dapat memuaskan nyonya majikannya itu. Mereka lalu mandi bersama, Pak Misno menggosok-gosok tubuh Fiona dengan telapak tangannya, sesekali dia remas lembut payudara dan putingnya. Pundak, leher dan punggungnya juga digosok dan dipijati. Fiona merem-merem keenakan dibuatnya.
â€Å“Eemmhh…enak Pak jadi rileks nih” katanya ketika tukang kebunnya itu mengkramas rambutnya disertai pijatan lembut.
 
Setelah memandikan majikannya, Pak Misno minta Fiona gantian memandikannya. Permintaan yang langsung diturutinya tanpa keberatan. Fiona memanjakan tukang kebunnya itu dengan pijatan-pijatan tangan halusnya, sesekali juga penisnya dikocok pelan. Sungguh Pak Misno nyaris tidak mempercayai apa yang sedang dialaminya saat itu, mimpipun dia tidak pernah membayangkan bercinta dengan wanita secantik dan sekelas Fiona. Pelayanan yang didapat dari istrinya di kampung yang biasa-biasa saja jelas berbeda jauh dari yang satu ini. Fiona juga melakukan Thai massage yaitu dengan menggosok-gosokkan payudaranya ke punggung Pak Misno yang telah licin oleh sabun.
â€Å“Asyik Bu, iya terus gitu mijitnya !” katanya sambil menggerakkan tangan ke belakang meremas pantat Fiona.
Kemudian Fiona menjulurkan wajahnya di samping pria itu dan merekapun berciuman lagi..
â€Å“Udahan yuk Pak mandinya !” kata Fiona setelah merasa cukup berendam karena airnya sudah mulai mendingin.
Dia berdiri dan meyiram shower ke tubuhnya untuk membersihkan busa-busa sabun, kemudian dia keluar dari bak dan melap tubuhnya dengan handuk.
 
â€Å“Aww…!!” jeritnya terkejut karena tiba-tiba tubuhnya diangkat ketika sedang handukan. â€Å“Bapak nakal ih !” senyumnya nakal dalam gendongan Pak Misno.
Tubuh Fiona kemudian dibawanya keluar kamar mandi dan ditelentangkan di ranjang, dia sendiri naik ke atas tubuh wanita itu menindihnya.
â€Å“Boleh mulai sekarang saya panggil Ibu pake nama ?” tanyanya di dekat wajah Fiona.
â€Å“Boleh aja, tapi tolong kalau di depan orang lain jaga sikap yah”
Habis menjawab kembali bibirnya dilumat oleh Pak Misno, tangan kasarnya kembali menjelajahi tubuh mulusnya. Ciuman itu mulai turun ke lehernya, sapuan lidahnya sempat terasa disana, kemudian pundak hingga ke payudaranya. Desahan keluar dari mulutnya ketika Pak Misno menyapukan lidahnya pada putingnya, pria itu juga mengenyoti payudaranya.
Download Payudara Foto

â€Å“Ahh…Pak…sakit ! rintihnya dengan mendorong kepala Pak Misno karena pria itu menggigit putingnya dengan gemas sehingga meninggalkan bekas memerah.
Namun rasa sakit itu tertutup dengan sensasi nikmat yang mulai kembali melandanya. Secara bergantian pria itu melumat kedua payudaranya sampai basah oleh ludahnya. Fiona merasakan penis Pak Misno sudah keras lagi saat bersentuhan dengan pahanya. Tak lama kemudian Pak Misno memasukkan lagi penisnya ke dalam vagina Fiona, dia menggenjotnya sambil menindih gadis itu.



Fiona benar-benar mengakui kehebatan tukang kebunnya ini, betapa tidak, tadi di kamar mandi baru saja orgasme tapi sekarang sudah siap tempur lagi. Pria itu mampu membuatnya melayang lebih tinggi, tidak seperti suaminya yang tidak bisa memuaskannya secara penuh. Hubungan terlarang itu tetap berlanjut hari-hari berikutnya. Dua hari setelah kejadian itu Fiona memberhentikan Mbak Jum agar bisa lebih leluasa melakukan kegilaannya. Fiona bahkan ingin mencoba berhubungan dengan orang-orang lower class lainnya yang baginya memberi sensasi tersendiri. Bagaimana petualangan Fiona selanjutnya ? apakah hal ini akan diketahui oleh Pak Michdan kemudian ? Nantikanlah petualangan Fiona pada episode-episode mendatang

Cerita 17 tahun dan Foto Bokep Indo

Foto Bokep Indo terbaik

Foto telanjangi atau foto bokep  bisa menjadi modal untuk menekan orang, baik dengan cara yang halus sampai ancaman keras agar bisa menikmati tubuhnya, dalam cerita ini sebenarnya mirip sinetron, tapi sangat menarik, karena foto telanjang si om genit dapat perawan lagi, Langsung saja ceritanya berikut ini.

Foto Cewek perawan, perawan, gadis perawan
kejadian ini terjadi kira2 2 bulan yang lalu, saat itu rumah saya kedatangan seorang teman dari pembantu saya sebut saja namanya bunga. bunga ini dtg ke jakarta untuk mencari pekerjaan, umur dia sekitar 19-21 tahun. pembantu saya meminta ijin kepada saya klo bunga akan menginap di rumah saya sampai dia mendapat pekerjaan.
saya tinggal di rumah bersama istri dah satu orang anak saya. istri saya bekerja di salon temannya, sementara saya wirausaha menjual berbagai tanaman hias sehingga waktu saya banyak saya habiskan di rumah mengurusi tanaman. sedangkan pembantu saya etiap harinya menemani anak saya yg masih SD dari pagi hingga sore.
Kadang-kadang saya merasa kesepian di rumah karena hanya ada saya sendiri. suatu hari saya merasa kesepian dan saya melihat bunga sedang mencuci pakaian, dan saat itulah saya berpikir bagaimana klo saya dapat ML dengan bunga agar rasa kesepian ini hilang. sebenarnya saya takut sekali untuk melakukan hal ini secara paksa atau to the point mengajak bunga untuk ML karena takut klo dia mengadu kepada pembantu ato istri saya sehingga nama baik saya jadi usak.
berbagai cara saya pikirkan bagaimana agar saya dapat ML dengan bunga. setelah saya pikir2, saya mendapat ide untuk menjebak dia agar dia mau ML dengan saya tanpa paksaan sama sekali yaitu dengan memberi obat tidur pada makanannya dan saat dia tertidur saya akan menelanjanginya dan memfotonya.
Ide ini saya jalankan keesokan harinya, seperti biasa istri saya bekerja di salon, pembantu mengantarkan anak saya sekolah. kira2 jam 11an saya menaburkan obat tidur pada semua makanan yang ada di atas meja, pada saat itu saya sengaja hanya makan mie instan saja.
Saat siang hari saya melihat dia mengambil makanan untuk makan siang, setelah beberapa menit selesai makan saya liat dia pergi ke kamar tidurnya, 30 menit kemudian sayapun pergi kekamarnya dan kebetulan sekali kamar dia tidak dikunci padahal saya sudah membawa obeng dan kunci cadangan serta kamera untuk mem foto .
Setelah saya buka kamarnya saya pun langsung membuka baju dan celananya tapi tidak sampai lepas, setelah itu saya memfoto semua tubuhnya yg tidak tertutup pakaian. saat saya melihat bagian tubuhnya, ingin rasanya saat itu juga saya ML dengan dia. Tapi saya berusaha untuk sabar hingga waktunya tiba, karena saya ingin ML dengan keadaan sama2
sadar dan tanpa kekerasan. Setelah mengambil foto saya pun membereskan pakaiannya seperti semula, walau masih acak2an.
saat itu hari ke-4 bunga menginap, keadaannya sama seperti biasa, hanya ada saya dan bunga dirumah dari pagi hingga siang. Di hari inilah rencana saya ML dengannya, saat itu saya ingin memperlihatkannya foto telanjangnya, sayapun pergi kekamarnya dan ternyata dia tidak ada di kamarnya, saya langsung pergi ke kamar mandi karena menurut saya dia
edang mandi. Dan ternyata dia memang sedang mandi, kebetulan dia sudah mandi karena biasanya saya dan istri saya mandi terlebih dahulu seblm ML karena saya senang yg bersih. pikiran jahat sayapun kembali bereaksi, bagaimana klo aya tiba2 memfoto dia, saat dia mandi. pintu kamar mandi saya terbuat dari plastik yg banyak sekali ditemukan di oko bangunan . saya pun langsung menendang pintu tsb, dia sangat kaget sekali waktu pintu kamar mandinya terbuka, aat pintu terbuka itu lah saya langsung mengambil foto dia. saat dia melihat saya sedang memfotonya dia dengan sigap mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya.
setelah selesai menutupi tubuhnya, dia pun membentak saya “apa2an sih bapak, pake acara dobrak pintu dan memfoto saya, nanti saya bilangi istri bapak dan melati(pembantu saya)” saya pun hanya tertawa dan menjawab “maaf, tidak sengaja” akhirnya dia menutup pintu dan kemdian langsung keluar dari kamar mandi.
Saat dia keluar kamar mandi, saya memanggil dia, awalnya dia tidak mau menoleh ke arah saya saat saya panggil dan terus berjalan ke arah kamarnya. tapi kemudian saya ngomong ke dia “mau foto telanjang kamu saya kirim ke keluargamu yg ada di desa” diapun langsung diam dan berhenti melangkah.
saya langsung menghampirinya dan memperlihatkan foto2 telanjang saat dia mandi dan tidur. dia sangat heran kenapa bisa foto saat dia tidur bisa saya ambil, saya pun menceritakan kepadanya kenapa saya bisa mengambil foto dia.
Akhirnya sayapun bilang kepadanya klo kamu tidak mau foto2 ini saya sebarkan maka kamu harus ML dengan saya. dia terus berpikir dan akhirnya dia setuju dan mau ML dengan saya. Setelah bertahun-tahun akhirnya saya dapat menikmati keperawanan untuk kedua kalinya. dengan keadaan tubuh dan payudara yg masih kenceng apa lagi vagina nya seperti bukan wanita dewasa, masih rapet banget.
Itulah awal kejadian saya ML dengan bunga, dan akhirnya bunga saya pekerjakan di rumah saya dengan alasan untuk membantu saya mengurusi tanaman saya. dan mulai saat itulah saya tidak merasakan kesepian di rumah, karena pagi hingga sore ada bunga dan sore hingga pagi ada istri saya.

Demikian cerita seks yang berawal dari keisengan mengambil foto cewek perawan dengan cara curang, dan menjadi alat ancaman untuk mendapatkan seks.

Friday, November 26, 2010

Lagi Cerita 17tahun dewasa terhangat

Pencinta cerita 17tahun baca di mobile -- Hai, nama saya Andi. Ini kisah saya liburan ke ke rumah ortu saya di suatu kabupaten yang terletak di lereng pegunungan karena lagi libur pergantian semester di universitas saya. Tetapi pembantu saya yang biasanya saya jadikan pelampiasan nafsu saya, Paini (baca “Paini, Pembantu Pemuas Nafsu” dan “Nikmatnya Tidur Dengan Pembantu dan Baby Sitter“) sedang pulang kedesanya karena mbahnya sakit. Tapi jangan khawatir para pembaca, karena kali ini saya tidur dengan seorang penjual jamu keliling gendongan.

Download Video 17tahun

Pada saat itu saya sedang duduk-duduk di teras sambil menghirup udara segar tidak seperti di bandung yang sekarang sudah mulai tercemar polusi. kemudian setelah berselang beberapa menit, kemudian ada seorang wanita menggunakan capil (topi bambu berbentuk kerucut yang biasanya dipakai petani) dan menggendong sebuat bakul yang berisi botol-botol bekas syrup. Mukanya tidak kelihatan karena ditutupi capil coklatnya tapi terlihat dari tanganya kalau dia berkulit putih. mungkin karena saya lama memerhatikanya dia kemudian dia masuk dari pagar yang terbuka dan masuk keteras.
“jamunya tuan…..”
kemudian dia membuka capilnya. terlihat seorang wanita yang kira-kira berumur 28 tahun. mukanya cantik sekali, putih mulus dan tak satupun jerawat hinggap di wajah cantiknya.
“jamunya ada apa aja mbok”
“ada jamu kuat, encok, pegel linu, cekot-cekot, asam urat dst. (macam-macam sampai pusing mendengarkanya)”
“waduh maaf mbok, saya nggak sakit”
“oh… kalau begitu minum jamu ini aja mas, ini buat sehari-hari supaya tetap sehat”
“ya udah deh mbok, yang itu aja…”
kemudian dia mengeluarkan sebuah gelas kaca dan mulai tanganya mengambil bermacam-macam botol dan menuangakanya ke gelas itu seperti bartender. Saya diam diam meliahatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. rambutnya yang hitam panjang dan lurus menghiasi wajahnya yang bersih itu. dan terlihat badannya sangat sintal dan langsing singset dan kaki putihnya yang tidak ditumbuhi bulu-bulu. Terlihat dia sangat merawat dirinya. mungkin dirinya rajin minum jamunya itu. dari atas melihat gundukan payudaranya dibalik bajunya. terlihat payudaranya yang SANGAT BESAR dan kencang itu. rupanya dia tidak menggunakan BH. tapi tetap saya kesulitan melihat putingnya karena bajunya ketat. tapi putingnya pun tidak terlihat karena bajunya tebal
“ini mas jamunya”
“triam kasih”
kemudian saya minum jamunya sedikit demi sedikit sambil melihat wajahnya yang cantik itu sambil berbincang-bincang
“waduh mbok, jamunya enak banget”
“trima kasih mas…”
“andi, nama saya andi. nama mbok siapa”
“nama saya Sumirah”
“panggilanya siapa mbok sumirah?”
“terserah mas”
“kalo manggilnya mbok mirah boleh nggak?”
“boleh mas, tapi jangan panggil saya mbok, saya kan belum nenek-nenek(tertawa kecil)”
“iya mirah kamu masih muda, cantik lagi”
“ah mas bisa aja deh”
“pasti suami kamu pasti senang sama kamu” ucapan ini tersirat untuk menanyakan statusnya karena biasanya disini orang kawin pada umur 20 tahunan
“saya belum kawin mas”
“ohh begitu toh”
“ngomong-ngomong mirah sudah jualan jamu sejak kapan?”
“sudah 7 tahun”
“ohh gitu toh mbak, oh ini mbak sudah habis”
kemudian saya memberikan gelas kepadanya
“3000 mas”
kemudian saya berdiri dan mengambil dompet saya di kantong dan mengambil selembar 5000 an
“ini mbak”
kemudian saya menyenggol tanganya. halus sekali.
“ini mas kembalianya” kemudian saya menyenggol tanganya kembali
kemudian dia pergi dan menjajakan ketempat lain.
kemudian keesokan harinya saya ingin bertemu dia lagi sehingga saya kembali menunggu di teras rumah di pagi hari. cukup lama saya menuggunya sekitar setengah jam. tapi ujung hidungnya belum tampak juga. kemudian saya masuk kerumah. kemudian sekitar 3 jam kemudian terdengar sebuah ketukan di pintu depan. kemudian saya buka pintunya dan ternyata yang datang rupanya si mirah.
“mas andi, jamunya lagi nggak?”
“wahh… dari tadi sudah saya tunggu-tunggu kok nggak datang”
“iya mass tadi saya lagi nganter anak saya ke sekolahan”
kemudian saya bingung, “belum kawin kok punya anak sih?” gumamku
kemudian saya ajak ke dalam rumah saya
“ayo mbak masuk aja”
“trima kasih mas”
kemudian dia langsung masuk kerumah saya dan melepaskan sendal kumalnya di depan
“eh mirah jangan dibuka sendalnya!”
“nggak papa mas nanti ngotorin lantai mas aja”
kemudian dia masuk kerumah dan duduk beralas ubin
“em mirah kok duduk disitu sih”
“kan kebiasaan saya begini mas, masa tukang jamu duduk di kursi, kan nggak sopan?”
“ini kan di ruang tamu jadi nggak apa-apa ayo duduk”
kemudian dia duduk di sofa.
“nah gitu dong nanti kalo duduk di lantai masuk angin lo…”
“iya mas”
“oh ya mirah, kemarin minumanya bikin saya sehat dan bertenaga”
“maksih mas, mas mau minum itu lagi?”
“iya mirah”
kemudian dia mulai meramu minumannya. tapi perbincangan kami membuatnya berhenti sebentar-sebentar
“mirah, biasanya yang laku itu jamu apa?”
“oh, biasanya jamu buat perempuan sama jamu kuat mas”
“jamu buat perempuan itu apa aja?”
“jamu pembesar dan pengencang payudara dan pantat, kulit putih dan mulus & jamu rapet mas. biasanya pagi-pagi saja sudah laku mas”
rupanya menedengar begini saya penis saya sudah berdiri separo
“oh gitu toh, pantesan yang punya cantik sekali”
“ah mas bisa aja deh” katanya tersipu malu
“abis itu tetek kamu juga besar, pasti sering minum jamunya ya”
“ah mas ngga enak loh didengar orang”
“tenang mbak santai saja di sini cuman kita berdua, tapi yang tadi beneran lo mbak”
“oh itu gara-gara saya harus minum tiap hari”
“kok harus?”
“iya karena kalau rasanya beda berarti racikanya beda mas jadi hasilnya juga beda mas”
“oh gitu toh, ngomong-ngomong tadi mbak ini janda ya?”
“nggak mas”
“ngangkat anak angkat?”
“nggak mas, kok pertanyaannya seperti itu sih?”
“anu mbak saya bingung kok katanya nganter anaknya tapi belum nikah”
kemudian dia menumpahkan air jamunya ke lantai
“maaf mas nggak sengaja”
“enggak saya yang minta maaf saya lancang, saya mau ngambil pel dulu”
kemudian saya mengambil pel lantai di sudut ruang dan membawanya ke ruang tamu
“udah mas saya aja ngelap”
sebetulnya saya ogah-ogahan jadi langsung memberi pelnya ke mirah
“ini mirah”
kemudian dia langsung menjongkok di hadapan saya dan mengelap. ini adalah kesempatan emas melihat payudaranya. maju mundur maju mundur terlihat bukitnya bergoyang dengan indah tapi tetap putingnya tidak kelihatan tapi melihat separuh dadanya sudah cukup bagiku.
kemudian setelah itu dia kembali meramu jamunya
“sebetulnya begini mas, kisahnya memalukan mas… saya pacaran di desa terus main gituan sama dia, tapi dia melarikan diri”
“waduh maaf mirah kalau begitu”
“udah mas nggak papa, semuanya sudah terjadi nggak bisa kembali, lagipula ini juga salah saya, ini mas jamunya”
“ya makasih”
kemudian saya mengambil gelas penuh jamu itu dari tanganya
“saya jadi kepikiran mas”
“udah mas, itu kan masa lalu”
kemudian saya meneguk jamunya kembali
“mas emang udah pernah main gituan ya?”
“ya, emang kenapa?”
“nggak mas emang nggak takut hamil”, rupanya gadis ini gapsek (gagap seksual)
“mas kan punya ilmu biar nggak hamil”
“ah mas bisa aja deh…”
“betulan, mas nggak bohong”
“trus kesakitan nggak mas?”
“enggak, malah mau lagi”
“ah mas bohong ah”
“iya betulan”
“mas keliatan bohongnya, buktinya dulu saya begituan sakit”
“emang sama mantan pacar kamu diapain?”
“dulu pacarku pernah remas-remas itu saya, sakit mas, terus dia nunjukin itunya, saya ngeri mas ada bulunya kriwil-kriwil hiii”
saya tertawa mendengar ini
“terus gimana mbak?”
“dia masukin itunya ke ini saya mas, perih banget mas trus pas dikeluarin ada darahnya mas, trus saya juga pernah ngeliat orang begituan mas di mobil, pas dicium dileher, perempuanya mangap-mangap mas, trus lehernya merah mas.saya jadi takut padahal ibu-ibu yang beli jamu suka ngobrol katanya sama suaminya begituan senang banget”
“itu tandanya perempuanya keenakan rah , terus yang dikatain ibu-ibu itu bener rah”
“tapi kok saya sakit, apa saya kelainan mas?”
“nggak, kamu nggak kelainan, pacar kamu yang kelainan, mas bisa buktiin kalo begituan itu enak”
“nggak ah mas, nanti anak saya jadi dua deh, susah mas”
“lho… kan tadi mas sudah bilang, mas kan punya ilmu biar nggak hamil”
“bukan ilmu hitam kan mas?”
“iya dong, gimana, mau nggak?”
“nggak mas, trima kasih nawarin”
“eh mirah, mas nggak nawarin dua kali lho, mas janji kamu nggak hamil dan nggak sakit seperti yang kamu lakuin sama pacar kamu”
“gimana ya mas”
“udah bilang ya aja susah banget, mas bikin kamu keenakan bahkan mau lagi”
“tapi mas janji ya, kalo nggak mas saya laporin ke polisi lo mas”
“iya”
kemudian dia mengangguk-angguk kecil. berarti sudah ada lampu hijau buat saya. kemudian saya mendekatinya dengan duduk di sampingnya. saya berusaha mendekatinya. tapi iya bergeser menjauhiku terus-menerus, tapi akhirnya dia dipojok juga.
“rah, kalo kamu minggir terus, kamu nggak dapat enaknya nanti”
“saya ndredeg (deg-degan) mas”
“kalo gitu kamu merem ya”
kemudian dia merem. saya mendekatakan bibir saya ke mulutnya. kemudian saya mencium bibit merekahnya itu kemudian setelah itu saya melepaskan bibir saya
“gimana rah?”
“enak mas”
“ini ada yang lebih enak, caranya nanti mulut kamu kebuka terus lidah kita ketemu”
“ih mas jijik”
“kamu kan belum rasain, kamu coba dulu, pas ti ketagihan”
kemudian dia membuka mulutnya. kemudian saya memiringkan kepala saya dan mendekatakan kepala saya dan kami melakukan french kiss. “hmpphh…hmpph…” katanya yang membuatku bergelora. rupanya tanganya mendorong keras punggungku seakan-akan tidak ingin melepaskanku. kemudian terasa juga payudaranya dan putingnya di dadaku. konstan penisku naik dan sudah menempel di pinggangnya di balik bajuku. tanganku juga dipunggungnya juga merayap-rayap dan tangan saya surun ke bokongya yang bulat itu.
tak puas dengan bibir sensualnya itu, saya naik ke kupingnya. kupingnya saya gigit-gigit kecil dan lidah saya dengan nakalnya saya masukan kelubang telinganya. tercium aroma samponya.
“mas, geliii mas uhh sshhh ahhh”
cukup lama saya bermain dengan kupingnya kemudian saya turun ke lehernya dan menggigit kecil lehernya
“hmmpph ahh…uhh…”
desahanya berulang kali dan makin lama makin keras. tangan saya yang tadi di pantatnya sekarang sedang membuka kancing bajunya.
“sshhh mas apa-apaan nih ahh uhhh jangan mas ochhh”
tetapi saya terus melanjutkannya sambil menggigit-gigit kecil lehernya. kemudian setelah membuka kacaningnya. FANTASTIS! tertampanglah sebuah sepasang buah dada sempurna!, tidak menggantung, bulat,besar montok seperti buah semangka yang sudah siap untuk dipanen. lebih besar dari punyanya paini. kemudian saya turun di dadanya dan membenamkan muka saya diantara dua bola basket itu dan kedua tangan saya memegan dua payudara itudan menjepitkan muka saya. ohh enaknya, muka saya seperti dipijit-pijit. kemudian setelah itu saya mulai meremas-remas payudaranya
“ochhh… mass geli aduh ahhh…” katanya bertubi-tubi. kemudian saya mulai mengemut payudara kananya dan tangan kiriku melemas gunung satunya. saya mulai menggigit putingnya yang sudah menegeras dan menyedot payudaranya dengan kekuatan vacum cleaner “mas ngilu ahh… enak… terus mas ouch ouch” desahanya sambil menggelinjang tak karuan. setelah cukup lama kemudian saya berpindah kepayudara kirinya dan sekarang tangan kanan saya mulai meremas payudara kanannya yang bahsah terkena air liuruku. bedanya di payudara kiri terasa lebih keras dari pada yang kanan. saya pun bersemangat. kemudian setelah itu kedua tangan saya turun lagi dan menurunkan resletingnya di belakang. kemudian setelah itu saya melepaskan kancingnya dan terlihatlah sebuah pemandangan yang nggak kalah serunya sama bukitnya. Terlihat pahanya mulus tak berbulu dan saya mulai mengelus-elus kedua tangan saya di pahanya. rupanya dia kegelian “mas geli mas uhh” katanya sambil bergoyang. setelah itu saya menurunkan celana dalamnya yang berwarna merah muda dan ada simbol talinya berwarna merah yang terlihat sudah basah di depannya.
“mas jangan mas”
tapi tidak saya hirau kan perkataanya dan saya turunkan CD-nya dan tertampaklah sebuah vagina yang sudah basah dan menggembung dan pink merekah serta dihiasi asesoris bulunya yang tipis dan haitam itu dan setelah itu hidungku saya benamkan di lubanganya itu
“eh mass mau diapain ahhh mas geli mass uhh… ouch… ouch…” dan saya gesekan ke atas dan ke kiri. setelah itu, giliran lidah saya yang beraksi. saya memasukan lidah saya dan menggerayapi vaginanya. dia berdesah lebih keras lagi “mas ach..ach terus mas” katanya sambil menjambakku. kemudian akhirnya saya menemukan klitorisnya. desahan nya lebih keras lagi. “mas terus mas jangan stop mas terus ahhhhh ahhhhh”. kemudian setelah beberapa menit, “mas mau keluar mas” kemudian setelah berselang beberapa detik dia memuncratkan cairanya ke muka saya
“mas maaf nggak sengaja”
“nggak papa kok”
kemudian saya yang saat itu masih berpakaian lengkap saya buka sampai telanjang bulat. rupanya ia ngeri punya saya yang dihiasi bulu bulu hitam
“mas saya takut mas…”
“udah, nggak papa kok, sekarang kamu emut konthol saya”
“di emut mas?”
“iya diemut”
“enggak mau mas”
“lho kan tadi saya emut itu kamu masa kok saya yang diemut kok nggak mau”
“jorok mas, kan itu buat pipis”
“tenang rah, saya kalo cebok selalu pake sabun, terus jembutnya saya sampoin kok, tenang aja rah”
kemudian dia mulai mendekatakan mulutnya dan dia masih taku
“ayo rah, pegang punya saya”
“iya mas”
tetapi tanganya hanya di keatas kan, tapi tidak menyentuhnya, karena tidak sabar, saya menggapai tanganya dan langung mendekatkan tanganya ke penisku dan saya tuntun tanganya untuk mengocok penis saya. kemudian kepalanya saya pegang dan saya dekatkan ke penis saya. enak sekali rasanya, meskipun awalnya rada sakit (kena giginya) tapi kemudian teratur, begini rasanya dikocokin sama orang yang biasa megang botol jamu jadi kocokanya lebih enak dan nyaman seperti pengocok profesional, maju mundur maju mundur gerakanya sangat sempurna. “ahh mairah terus, kamu pintar ahh terus mirah uhhhh” saking enaknya. dan beberapa menit kemudian “mairah saya ingin keluar dan akhirnya “crruuut” saya mengeluarkan mani saya dimulutnya kerena lupa memberitahukannya.
“mas kok di mulut saya sih mas?, kan jijik tauk…” katahnya sambil membuang mani di mulutnya
“udah di telen aja”
“mas jangan sembarangan dong, masa ditelen?”
“kamu tau nggak, itu isinya protein semua, bahkan khasiatnya bisa ngalahin jamu kamu”
“ah mas kerjaanya bohong”
“mas nggak bohong, betulan kok”
“kalo tau gitukan nggak saya buang mas, kalo gitu sekali-sekali dimasukin botol aja mas biar buat campuran jamu saya”
aneh-aneh saja mirah ini
“mirah tolong bikinin jamu penambah tenaga biar mas kuat”
“iya mas”, kemudian dia mulai mengeluaran gelas dan mulai meramu lagi. saya pun tidak tinggal diam. saya duduk dibelakangnya dan kedua tangan saya memilin-milin putingnya
“mas, nanti tumpah loo”
tapi tidak saya hiraukan malah saya sambil cium tengkuknya
“mas geli mas mau tumpah lo mas”
kemudian setelah itu jamunya jadi saya suruh mirah memasukannya ke mulutnya tapi tidak ditelan kemudian setelah itu saya suruh berbalik badan dan kemudian kami french kiss lagi dan mentransfer airjamunya ke mulut saya. setelah jamunya habis saya telan, saya meremas payudaranya. efeknya jamunya dahsyat, setelah beberapa detik meminumnya, badan saya terasa panas dan penis saya berdiri lagi, urat-uratnya terlihat lebih menonjol dibanding sebelumnya kemudian setelah itu saya suruh mirah untuk tiduran
“mirah, kamu siap ya”
“iya mas. tapi janji beri saya kenikmatan tapi jangan beri saya anak ya mas”
“iya”
kemudian pertama kali saya menggesek-gesekan terlebih dahulu penis saya ke sekitar lubangnya
“mas enak mas udah mass masukin saja mass ahhhhh”
kemudian saya mulai memasukin liang surgawinya yang sangat kecil itu, bayangkan, saya meniduri seorang wanita yang meminum jamu rapet selama bertahun-tahun padahal tidak pernah behubungan. pasti sangat kecil sekali dan mengalahkan lubang orang perawan. tadi saja hampir tidak terlihat dibalik jembutnya. sehinggga saya juga sedikit kesusahan karena terlau sempit tapi perlahan lahan saya akhirnya berhasil memasukan seperempat dan perlahan-lan akhirnya penuh juga. setelah ful baru saya oper ke gigi 6. dengan gaya konvensional, saya mulai menjalankan kontak sexual. “ah ah ah uh mas och ouc yess ochhhh ahhhh terus mas ahhh” desahanya yang mengundang birahi siapapun yang mendengarkanya. enak sekali dijepit dengan vagina super sempit ini. enak sekali rasanya ahhh. melihat payudaranya yang juga bergerak. menambah semangatku untuk memuaskanya, setelah sepuluh menit, saya minta kepada mirah untuk berposisi doggy style. enak sekali, ini adalah posisi paling enak dengan bakul jamu ini, tak lupa saya meremas pantatnya yang semok itu dan sesekali memukulnya, dan tak lupa juga saya memegang rambutnya dan menariknya seperti naik kuda “yes yess ah ah ah enak terus mirah” genjotanya RUARR BIASA pijatanya yang memijat penisku enak sekali dan beberapa menit kemudian si mirah akhirnya orgasme juga. setelah itu saya capek menggoyangkan pingang saya saya suruh mirah sekarang untuk posisi woman on top. sambil tiduran yang mirah diatas saya sambil bergerak keatas-kebawah tangan saya meremas payudaranya yang extra besar dan extra empuk. beberapa menit kemudian saya ingat janji saya pada mirah, saya yang juga ingin keluar langsung melepaskan penis saya dan melepaskan mani saya di lantai. kami berdua mengehentikan permainan ini karena permainan kami cukup lama (40 menit) gara-gara pengaruh jamu kuatnya mirah bahkan mirah orgasme 3kali.
“gimana mirah, enak kan?”
“iya mas, betul kata mas”
“lain kali kalo kamu mau kamu tinggal ke rumah saya kalo sedang liburan kesini”
“iya mas, terima makasih ya mas”
“iya”
Kemudian kami saling bericiuman.
“mas, saya hampir lupa, jamu sehat sama jamu kuat jadinya 7000 mas” masih aja ingat jamunya
“ini mirah kamu saya kasih bonus jadi 50 ribu” (disini uang dua puluh ribu saja sudah dibilang banyak
Setelah ini kami sering kontak fisik dengan mirah baik dirumahnya (apabila anaknya kesekolah) maupun dirumah saya dan tidak lupa saya kasih uang kadang-kadang buat bayar sekolahan anaknya. kadang-kadang kami sering threesome dengan paini. ya enak seperti saya threesome dengan ina(baca nikamtanya tidur dengan pembantu dan baby sitter) tapi bedanya kalo saya three some sama paini itu “pertarungan antar Toket gede”.
Demikian cerita saya kalau ada salah ketik saya mohon maaf
kalau anda berkenan saya akan menceritakan memanen anaknya si mirah (kalo anda mau) download video bokep di mobile

Cerita Panas Popular