Lagi Cerita Panas

CERITA PANAS TERBARU 2012

Monday, August 23, 2010

Thursday, May 13, 2010

Cerita masa 17Tahun dan Kekasihku

Baca cerita 17tahun terus ke mobile...Saat aku pertama kuliah di sinilah aku mengenal sex namun sebelum aku cerita perkenalkan aku dulu, namaku yulias kini usiaku 35 tahun, tubuhku dan wajah aku biasa - biasa tapi aku punya kelibihan yang baru aku sadari kemudian, aku punya libido tinggi dan alatku lumayan besar(kepalanya) walau ngga begitu panjang yaah paling 16 cm aku ngga pernah ngukur, dan kata orang aku punya daya tarik karena supel dan mudah akrab.
Aku mulai cerita sex pertama yang aku alami :




KASIH
Saat aku kuliah di PT terkenal di kota Yk Umurku saat itu 17tahun , karena di desa aku  tidak banyak yang bisa kuliah di YK jadi aku banyak di kagumi, di desa aku naksir temen cewe saat itu dia masih SMP kelas 3 Asih namanya  yang jarak rumahnya dengan aku kira-kira 400 meteran , aku tertarik karena tubuhnya tinggi, kuning dan cantik ( untuk ukuranku ), dan bulu tangan dan kainya sangat terlihat dan enak dilihat ( dan pernah aku membaca buku jika peempuan tubuh nya/tangan dan kali banyak bulu lembutnya  memiliki libido sex yang tinggi ...entah benar / salah aku belum tahu saat itu ) saat aku mengatakan suka dan ingin berpacaran pertamanya dia menolak ( ingin berteman aja kata dia waktu itu )yah...tapi aku terus kejar hingga kami jadian. Hubungan kami jelas di larang Ortu kami karena banyak alasan sehingga aku backstreet, saat alu mulai  kuliah  tiap 1 minggu sekali aku pulang.dan malamnya aku gunakan untuk bertemu itupun tidak di rumah biasanya di kebun  ata di tempat yang tidak dilihat orang...apalagi ortu kami, saat pertama biasa saja ...ya hanya cerita ...paling banter remas-remasan tangan , tepi sejak bulan ke 3 aku mulai berani mencium walau awalnya dia menolak tapi aku nekat aja dan seterusnya dia ngga nolak,aku ingat waktu itu hari sabtu menginjak hubungan kami 5 bulan , aku janjian bertemu tempat biasa jam 7 malam, saat bertemu biasa basa-basi tapi karena aku kangen aku mulai meremas tangannya terus ku belai wajahnya ia memandangku...dengan pelan aku memberanikan mencium bibirnya  dan dia diam saja ...terus aku cium dan pagut terus bibirnya dan kulumat lidahnya dengan penuh kerinduan ( saat itu aku selalu bawa koran untuk alas ) dengan pelan pelan aku tidurkan dan mulai dia kujumbu...tanganku mulai meremas buah dadanya dan dia mencoba menepis tapi aku terus meremasnya“ooh...masss jangan....mass....mass” erangnya

aku semakin berani dan aku mulai masuk ke dalam BHnya...dan tangan yang satu mulai melepas kancing bajunya tanpa berhenti aku mengulum bibirnya..aku tahu dia mulai terangsang hebat demikian juga aku...gigitan nyamuk tak aku pedulikan....dan aku berhasil meremas buah dadanya ...pentilnya aku puter aku remas dan dia  hanya mengeluh...uuhhh mass.....mass...erangnya…dan ini membuat aku makin berani dengan pelan dan hati hati aku lepas bHnya….dan aku merasa dia  ngga merasa..bahwa aku melepas kancing baju satu persatu sambil tak berhenti  aku mencium susunya ……pentilnya aku jilat...ku sedot…dengan pebuh gairah…dan asih mulai terangsang sangat hebatnya…mungkin ini baru pertama kali dia merasakn dan di cumbu laki-laki….” mass....aoooch...udah mass...erangan keluar dari bibirnya “aku ngga peduli aku makin bersemangat mencium susunya dan tanganku yang lain mulai menggerayangi pahanya dan berhasil aku menyentuh alat vitalya...sekejap dia menepiskan tapi aku nekat...dan terus berusaha membelai dan mengusap tanpa henti….dan dia menggumam lirih karena nafasnya tersengal kemudian aku mulai berani lagi meremas dan masuk dalam celana dan ternyata dia sudah basah......
.”mas...ngapain mas lakukan ini...?”gumamnya.....
aku jawab “ aku mencintaimu sih....”dan sambil tanpa henti menghisap susunya…meremas remas vaginanya…ku gosokkan tangan ku di vagina yang di tubuhi rambut tipis…..aku merasa dia mulai pasrah...gelisah…dan melenguh …pelan…..dan kurasakn dengus nafasnya memburu dan akupun juga….dan aku mulai membuka dan menarik CDnya….tanganya…manahanku…:
“nggak apa-apa sayang…..??”ucapku … sambil tanpa henti kucium dan kulumat bibirnya serta tangan  yang satu meremas susu  yang satunya….., akupun dengan cepat membuka dan melepas seluruh celana yang aku pakai…..dan mengacunglah senjataku…dengan gagahnya, .kemudian aku tarik tangannya untuk memegang alat yang sudah tegang,  sesaat dia kaget dan terpana memegang punyaku.
.”.mass....kamu….....?”langsung aku tutup bibirnya dengan bubirku...aku mulai di hinggapi birahi yang laur biasa dan tak terbentung, aku bergerak pelan …kuciumi putng susunya bergantian dan. Merambat terus ke bawah…dia makin ngga karuan….itu bisa aku rasakan dari gerakan dan lenguhannya…desah..nafanya yang memburu…..pelan aku mulai merambat...turn kuciummi sampai pada vaginanya walau ngga begitu kelihatan krn malam..aku ngga peduli karena aku  tahu dia juga sudah nggak bias berbuat /bergerak bahkan menolak….tangannya mulai kuarahkan untuk mengelus barangku   yang tegak perkasa…..dan aku tahu inilah pengalaman pertama dia memegang alt vital laki-laki….,aku ..mulai ciumi …..jilati rambul dan bibir vaginanya…kemudian kusapu vaginanya dengan lidahku…walau ini juga pertama aku lakukan …aku ngga peduli baunya….ngga peduli…rasa asin…saat cairan mulai banyak keluar…dan sedot klitoprisnya ...kusapu dengan,lidahnku  lagi  terus menerus sambil kuremas susanya  dan  dia hanya mendesis  mengguman…..dan tangannya ngga lepas dari penisku, aku dengar denusannya….”mass....janggan...oohhhh...mas..jangan….udah…mass…..ooooohhh…masssss yuli…..?”kemudian sesaat aku hentikan dan pandangi wajahnya dan dia memandangku sambil berakata “ mas yuli sayang sama asih…kan?.....nggak akan ningalin asih kan….?”..aku senyum dan mencium bibirnya…” Asih aku sayang sama kamu…. Aku ngga akan ninggalin kamu…” setalah itu asih senyum …terus aku lanjutin kerjaku sambil memegang tangannya untuk mengelus – elus…sanjataku “ dan ngga peduli walau hanya di kebun…beralasakan Koran..aku sudah nafsu sekali…., sesaat aku pandangi lagi wajah asih..ternyata matanya terpejam menikmati jilatan dan ciuman ku di vaginanya.”.dan aku memberanikan diri..1/2 berdiri..dan mengarahkan penisku di depan mulutnya….” Mass…..mau ngapain” bisiknya“ pegang sayang…elus-elusin dong” pintaku ” terus cium doong...asih sayng banget ngga sama mas..rayuku ””Mas.........aku juga sayang sama mas.....asih minta....... mas ngga....... ninggalin  asihya..........pintayanya pelan”, ” ngga sayang...”jawabku sambil kudorong penisku di bibirnya,”cium sayang.....terus ...terus sayang””masukin ke mulut kamu sayang.....uuuhhhh..aku mengerang dasyat saat penisku kulumnya., dan aku mulai mengerakka maju mundur penisku dalam mulutnya..setelah aku puas aku lepas penisku..dari mulutnya dan aku mulai  merangkak dan ku ciumi lagi vaginnya......”oooh...ooooochhhh...masssss”dia kelonjotan , kemudian aku berhenti dan mulai membuka pahanya....sambil ku elus vaginnya.terus aku mulai memegang penis ku dan aku dekatkan di vaginanya...pelan..pelan...dan asih terperanjat..kaget...saat aku sedikit mulai menusuk sedikit ke dalam vaginanya ”mas...oohhhh....jangan...mass......mass...” sambil menahan dengan tangan , tapi aku pegang tangannya pelan dan kutarik tangannya  dan kuletakkan di pahaku...”mau ngapain....mas .....jangan mass.....aku takut....asih takut..mass...?.”rintihnya pelan.“ Sayang aku ingin nunjukin bahwa aku mencintaimu..kataku…aku saying sama kamu....aku mau serius sama kamu sayang...aku meracau ...asal karena nafsuku udah di ubun-ubun.( aku ngga negrti ngapain aku ngomong gitu )tapi ambil aku raba terus vaginanya dengan  alatku yang sudah tagang luar biasa....”tapi...mass...aku takut....ooh...mass.... jangaaaan””sayang aku mencintaimu”kataku lagi dan dia mulai tiak menolak karena tanganku terus memilin ...meremas susunya,  dan tangan yang satu memegang penisku mengusap usap vaginanya dengan pelan...dan aku merasa vaginya keluar cairan terus menerus...dan sangat basah.....kemudian aku mulai usapkan kepala penisku ke ujung vaginanya sedikit agak masuk....dan aku liat kepalanya menggeleng sambil terpejam...dan mendesis.”ooohhhh...mass ...geli...mas......geli banget...masssss?””udah...mas...geli banget...aku ngga kuat..mass.....mass...ooh..mas ( asih merintih terus menerus ) ...dan aku mulai membuka bibir vaginya pelan dengan tangan kiri dan tangan kana  memegang penisku dan sispa aku hujamkan ke liat vaginanya....aku  mulai lagi mengusap penisku ke ujung vaginanya...sambil sedikit aku dorong masuk.aku mulai mendorong...pelan..pelan dia merintih”...mas..oohh..mass...””tahan .......sayang ngga .....apa apa kok” kataku meracau akupun  udah tahan..pelan aku dorong ...agak sempit dan susah masuknya.....kembali aku rasakan cairan membasahi vagina asih dan ini sedikit membuka jalan sedikit mulus.... aku mengeluh..”oohhhh sayang”  sambil aku cium bibirnya...diapun mengeluh...”mass....masss”, dan aku mersa cairannya makin banyak keluar......Aku dorong lagi hampir 1/3 nya tapi mentok...tertahan sesuatu...dan dia merintih  ”mass...saakiiit...mass....aduhh..pelan mass....”, ” maaf .....sayang” hiburku aku dorong lagi pelan...sedikit masuk dan  asih merintih lagi ” mass....sakiit.....mass.....ooohhhhh...mass ”mendengar itu beirahiku melonjak ...dan aku  kini siap mndorongnya..”.tahaaannn sayannng...sakitnya hanya sebentar saj...sayang..tahan sayang....ooohhh....sayanag.....”aku mulai tekan labih dalam.”  masssss.....aduh...sakitt..mass...” dan aku terus menekannyadan preeetttt....bless ......masuklah 3/5 penisku masuk.dan menjebol selaput perwannnya ” aduh....mass...sakiiiit........masss sakiittt........”, ” tahahn...sayang......” aku cium bibirnya dan kulumat bibirnya , sambil aku tahan gerakannku dan aku  berbisik ”sayang...aku..mencin.....” ngga sampai selesai aku doronglagi ...di merintih”massss...........oochhhhh....mass”, dan blesss. masuk semua penisku kelobang vaginanya...aku mersakan kenikmatan yang luar biasa....aku diam sesaat....kemudian pelan aku tarik dia merintih lagi.....2 kali...aku tarik ..dorong...3 x dan pelan pelan...makin cpat..akhirnya dia merasa-enakan.”mass...ooh...masss ”sambil menggigit pundakku...sesaat aku sedikit tegak  dan coba kutarik semua penisku keluar dan samar-samar kulihat penisku bercampur lendir dan darah keperawanan...kemudian aku masukkan lagi....pelan tarik lagi..terus berulang sampai 15 menit kami berpacu dengan nafsu dan kenikmatan ....dan akau mulai merasa dihimpit dan di cengkeram olehnya...aku kocok terus dengann ..hebat...akhirnya dia berteriak lirih.”.maassss....aku....oopchhhh...masss ....”dan dia mengejan dan vaginanya menjepit penisku luat biasanya nikmatnya...kemudian cairan keluar dari vaginaya banyak sekali aku tahu dia mencapai orgasme untuk ke sekian kaliNamn aku belum keluar , aku coba menyuruhnya mengngkat pahanya tinggi ttinggi  dan penis aku mulai masukkan lagiii. dan dia merintih..”masss....oohh....mass....”aku mulai ngga peduli karena ku belum  keluar aku genjot dia dengan cepat dan dia makin merintih...terus.” ..ohhh...mass...mass....”” sayang ...oohhh...nikmat sayang......oochhh”  erang, karena begitu sempitnya vagina asih .aku mulai merasakn ada sesuatu yang mau keluar dari penisku....aku makin bersemangat...akhirnya...aku berteriak lirih..”.asiihhhhh...sayanga......ooohhhc nikmattttttttt?”, aku semprotkan maniku dalam rahinya...crooot...crooot....crooot ....ochhhh....croooot ... dan diapun ....mengerang juga ”.mass....mass.....oohhhh..masss ”keluar lagi cairan orgasme ke sekian kalinya  dan aku merintih kenikmatan”.......oohhh...sayang.....asiiihhhh.....nikmat ...banget sayang...”lenguhku..”.nikmat seklai sayang...”aku mencium kening dan bibirnya...dia hanya senyum dan ku lihat sedikit air mata di pipinya....Setelah selasai dia merapikan BH dan bajunya serta CD nya akupun juga ....dan saat kulihat jam ternyata aku sudah menyetubuhi selama 45 menit...aku puas...dan aku liat kepuasan di wajahnya...walau sedkiit ada cemas....cepat aku peluk dia aku cium bibirnya dan ku belai rambut dan wajahnya sambil  aku bertanya ;"asih  sayang  ...kamu mensnya kapan...."5 hari lalu masss....emang kenapa....., mass aku....klo hamil gimana mass....aku takut” cemas dia.." sayang ....kamu kan habis mens dan sekarang kamu tidak dalam massa subur..jadi ngga bakal hamil sayang...hiburku"(dia diam...bingung atau ngga ngerti maksudku...tapi aku coba menjelaskannya seperti buku yang pernah aku baca )..aku cium keningnya..dan dia mulai tenaang....Jam 9 aku antar pulang hanya sampai di depan rumah..dan akupun pulang dengan sejuta kenikmatan...tak lupa aku bawa koran ...dan di  tempat yang terang aku sempat lihat koran itu  ...penuh darah dan cairan..kenikmatan kami berdua.setelah kejadian di kebun itu kami  sering malakukannya di saat aku pulang ga pedulidi massa subur atau tidak, kalau  tak subur aku tummpahkan maniku di dalam rahimya tapi klo dalam massa subur aku pakai kondom, kami ngga pernah bosan dan mencoba berhenti melakukan hubungan sex selama hampir 2 tahun samapai dia lulus dan melanjutkan di SMU.....dia pun mulai ketagihan juga.Dengan  kejadian pertama di kebun itu kami sering melakukan dengan berbagai gaya....dan diapun mulai pintar memberi kenikmatan di saat kami rindu...bahkan akupun pernah mencoba melakukan anal dengannya...dan kami akhirnya sama-sama menikmatinya.Kisah percintaanku ...bertahan 2 tahun...karena dia di kelas 2 di SMA dia harus pindah ke luar jawa ikit Bapaknya Tugas di Medan dan  kami berpisah, dan aku ingat saat melepas perpisahan kami tidak ada tangis  tak ada  derai air mata justru kami isi berdua melepas  dan mereguk kenikmatan, dan dia minta ijin 5 hari untuk perpisahan dengan teman sekelas ( padahal hanya untuk alasan saja  pada orang tua ) agar bisa  pergi ke luar kota , padahal kami pergi ke Pangandaran  selama 5 hari, selama itu  tak terhitung berapa kali melakukan hubungan sex.....menikmati indahnya nafsu dunia, dan setalah pindah kami jarang seklai contak.......Semoga cerita ini sempat..dibaca oleh asih.....yang entah dimana sekarang berada.Di lain waktu aku akan ceritakan pengalaman sexku..dengan banyak wanita ....di tempat aku kuliah...dan di tempat aku kerja sampai sekarang......

Cerita 17tahun ku

Pagi itu cerah sekali. Aku bangun dengan tubuh dan perasaan yang benar-benar fresh. Hari ini hari Sabtu, berarti aku libur dari pekerjaanku sebagai seorang sekretaris direksi sebuah dealer mobil mewah di kawasan S, Jakarta. Hari ini aku rencananya akan menghabiskan weekend di rumah sahabatku, V di kota B. Oh ya, namaku *****, teman-teman biasa memanggilku Celyn, umurku saat ini menginjak kepala 3, tapi aku belum menikah karena masih menikmati hidup tanpa ikatan, tapi bukan berarti aku tidak punya pacar. Pacarku namanya Josh, di kerja di perusahaan trading. Kami sudah menjalin hubungan selama satu setengah tahun.
Kok jadi ngomongin diriku ya? (narsis bgt ya?). Anyway, aku segera bangun untuk bersiap-siap. Aku segera menuju kamar mandi. Seperti biasa, aku langsung melepas piyamaku. Setelah tidak ada sehelai benangpun di tubuhku, akupun mulai menggosok gigi. Sambil menggosok gigi, kuperhatikan tubuhku dicermin yang ada dihadapanku. Tubuhku memang montok, apalagi di bagian pinggul karena aku hampir tidak ada waktu untuk fitness, tapi toh aku tidak perduli, aku bahagia dengan tubuhku ini. Sambil menyikat gigi ku pegang buah dadaku, yang menurutku biasa saja, tapi tidak menurut teman-temanku. Menurut mereka buah dadaku seperti mau tumpah, mungkin karena aku selalu memakai bra yang tidak menutupi semua buah dadaku. Aku terus meraba buah dadaku sambil terus menyikat gigi, rasanya geli…lama-lama aku justru lebih fokus pada remasan tanganku daripada menyikat gigiku. Akhirnya aku tersadar…kuputuskan menghentikan kegiatan menyenangkan diriku itu lalu bergegas bersiap-siap.
Setelah memasukkan barang ke H…. J…ku (nanti dikira dapet sponsor), aku segera melaju ke arah tol menuju B. Sebelum berangkat aku sempat meminta alamat V, dan dia segera mengirim SMS alamat lengkapnya. Bukan sekali ini aku ke kota B, tapi Baru dua minggu yang lalu Vina pindah rumah ke daerah CL, dan aku tidak tahu sama sekali dimana itu. Aku pikir toh nanti bisa tanya sama orang di jalan.
Sesampainya di B, aku mulai mengikuti petunjuk SMS V untuk menuju ke rumahnya, tapi…jalanan di kota B ini sangat membingungkan. Setelah berputar-putar aku memutuskan untuk bertanya. Di depanku aku melihat kerumunan anak SMP yang baru pulang sekolah, aku lalu meminggirkan mobilku untuk bertanya pada salah satu dari antara mereka.
“Permisi dik, mau tanya alamat ini”, sambil kutunjukkan isi SMS dari V.
“Oooh…dari sini lurus terus nanti ada toko CK, tante belok kiri terus belok kanan, nanti belok kanan lagi, terus ambil kiri, terus ada tanjakan belok ke kanan. Naik terus nanti tanya aja lagi sama orang disitu”, dia memberikan penjelasan panjang lebar.
Diberi penjelasan seperti itu aku langsung kebingungan, tanpa pikir panjang aku langsung minta tolong padanya.
“Aduh, tante bingung nih! Kamu bisa anterin aja ga? Nanti tante kasih ongkos pulang” kataku.
Dia seperti kebingungan.
Aku pun berkata, “Tenang ga akan diculik kok”, kataku sambil tersenyum.
Dia makin kelihatan kebingungan.
“Kalo kamu takut, ajak saja temen kamu”, aku meyakinkannya, karena aku sudah pusing mencari alamat V.
Akhirnya dia setuju dengan syarat boleh mengjak temannya dan diberi ongkos pulang.
Dia pun mengajak dua orang temannya. Aku menyuruh salah satu dari mereka untuk duduk di depan sebagai penunjuk jalan, lagipula aku tidak mau dikira sepagai sopir antar jemput anak sekolahan sad.gif
Didalam mobil aku berkenalan dengan mereka. Yang duduk didepan bernama Fariz, sedangkan dua temannya yang duduk dibelakang bernama Dharma dan Aziz. Dari obrolan kami ku ketahui mereka baru kelas 2 SMP.
Selama perjalanan kuperhatikan mereka semua mencuri-curi pandang tubuhku. Saat itu aku mengenakan tank top biru muda dan hot pants. Yang paling kuperhatikan tentu saja Fariz karena dia duduk didepan. Setiap kali kuperhatikan dia langsung membuang muka, karena takut ketahuan olehku. Umur-umur segitu anak cowok memang memiliki fantasi seks yang luar biasa. Fariz terus saja mencuri pandang buah dadaku yang “luber”. Akhirnya kuputuskan kubiarkan saja mereka melihat payudaraku, kupikir sebagai bahan masturasi mereka nanti…
Akhirnya sampai juga kami di rumah V.
Vina langsung menyambutku, tapi dengan tatapan heran.
“Siapa itu Cel?”, tanyanya.
“Oh..mereka guide”, kataku sambil tersenyum pada mereka.
“Masuk dulu yuk!”, ajakku pada mereka. “Ga buru-buru kan?”, tanyaku lagi.
Akupun mengambil tas kecilku. Aku dan Vina masuk mendahului mereka.
Rumah V –menurutku sih villa, bukan rumah- berada didaerah yang elite, sehingga jarak antar tetangga tidak terlalu dekat.
Vina juga hidup sendiri, sama seperti aku. Dia editor sebuah majalah wanita.
Begitu masuk rumah, Vina langsung menunjukkan kamarku, “kamar lo di atas ya Lyn, yang itu tuh”, katanya sambil menunjukkan kamarku.
Kita ngobrol dibawah yuk, katanya kepada ketiga anak itu sambil turun menuju ruang tamu.
Aku pun menuju kamarku, ketika baru teringat bahwa aku lupa membawa tas yang berisi pakaian.
Aku pun memanggil Fariz, “Riz, bisa minta tolong ambilkan tas tante yang hitam di mobil?”.
Fariz tampak terkejut, “Bisa tante”.
“Tau cara bukanya kan?”, tanyaku lagi.
“Tau kok!”, jawabnya.
Akupun memberikan kunci mobilku kepadanya.
Akupun menuju kamarku. Sesampainya di kamar, aku langsung menutup pintu dan menuju kamar mandi, aku sudah tidak tahan menahan pipis sejak di tol tadi.
Ketika aku baru mengeluarkan pipisku, tiba-tiba Fariz masuk.
Akupun terkejut. Sial, aku lupa mengunci pintu kamar dan lupa menutup pintu kamar mandi karena sudah tidak tahan.
Fariz tampak terkejut melihatku sedang duduk di toilet, “Ma..maaf tante, saya lupa mengetuk pintu”. Dia terpaku di depan pintu.
Cepat-cepat kubilang padanya, “Udah cepet masuk tutup pintunya, tar keliatan orang!”.
Masih kebingungan diapun masuk dan menutup pintu, matanya masih terpaku padaku.
“Lihat apa kamu?”, tanyaku menyadarkannya.
“Eh..ngga liat apa-apa tan”, katanya sambil membalikkan badan.
Setelah selesai akupun berkata padanya, “Maaf ya, tante lupa kunci pintu”.
“Ng…ga pa pa tan, saya keluar dulu”, katanya.
Busyet polos amat anak ini, pikirku. Tiba-tiba muncul niat isengku, melihatku pipis saja sudah kebingungan bagaimana kalo melihatku bugil?
“Riz, tante bisa minta tolong lagi ga?”, pertanyaanku menghentikan langkahnya.
“Bi..bisa tan”, rupanya dia masih shock.
“Tolong pijitin tante dong, tante pegel nih nyetir dari J”, tanyaku.
Rupanya permintaanku ini lebih mengagetkannya. Niat isengku semakin menjadi-jadi.
“Nanti tante tambahin deh ongkosnya”, tambahku lagi.
Rupanya kata-kataku yang terakhir ini membuat dia tersadar.
“Bo..boleh deh tan”, katanya.
Aku pun memanggil V untuk meminta lotion untuk membalur tubuhku.
“Mau ngapain lo?”, tanya Vina setengah berbisik kepadaku.
“Mau tau aja”, kataku kepadanya.
Vina yang merupakan petualang seks sejati langsung mengerti maksudku.
“Bisa aja lo cari variasi”, katanya lagi. “Bisa ikutan dong?”, tanyanya.
“Tuh masih ada dua lagi”, kataku sambil menunjuk Dharma dan Aziz.
“Wah cerita baru buat blog gue nih”, katanya bersemangat.
Diapun memberikan lotion kepadaku.
Akupun menutup pintu tanpa kukunci, toh tidak ada siapa-siapa selain kami berlima dirumah ini.
“Nih lotionnya”, kataku sambil menyerahkan lotion kepada Fariz.
Akupun menuju kamar mandi, lalu keluar lagi dengan hanya mengenakan handuk. Aku telah melepaskan semua pakaian dalamku. Perasaan ini mulai membuatku bergairah.
Fariz tampak terkejut melihatku, karena handuk yang kukenakan benar-benar hanya menutupi payudara dan kemaluanku saja.
Aku pun berbaring telungkup di tempat tidur dan menurunkan handukku sehingga hanya menutupi bagian pantatku.
“Ayo..tunggu apa lagi”, kataku kepada Fariz yang tampak tertegun melihat tubuhku yang hampir telanjang.
Diapun duduk disebelahku dan mulai menuang lotion ke atas punggungku. Fariz pun mulai memijitku.
Aku berusaha memulai pembicaraan untuk memecah kesunyian.
“Kamu sekarang kelas 2 SMP ya. Udah punya pacar?”, tanyaku.
“Be..belum tan”, jawabnya gugup.
“Kamu kok grogi gitu? Belum pernah mijit cewek ya?”, tanyaku jahil.
“Be..belum pernah tan”, jawabnya singkat.
“Udah..kamu pijit kaki tante aja, soal pegal”.
Farizpun mulai memijit kakiku.
“Agak keatas sedikit Riz”, kataku sambil mengarahkan tangannya ke pahaku.
Dia tampak semakin gugup.
Pijatan didekat daerah kemaluanku membuatku secara tidak sadar melebarkan pahaku, menurutku Fariz dapat melihat bulu kemaluanku yang tidak terlalu lebat itu.
“Tapi kamu pernah masturbasi kan?”, kataku mulai memancing.
“Mmm….”, dia terdiam.
“Ga mungkinlah seumuran kamu belum pernah masturbasi”, kataku lagi.
“Pernah tan”, jawabnya pelan.
Kamipun terdiam.
“Agak keatas lagi Riz”.
Farizpun memijit dekat pantatku.
“Udah pernah ML?”, kataku makin tak tahan.
“Be..belum tan”.
Wah perjaka batinku. Aku pun menarik handuk yang menutupi pantatku sehingga kini aku benar-benar bugil.
Fariz benar-benar terkejut.
“Sekarang pijitin pantat tante aja, dari tante duduk nyetir terus”.
Farizpun mulai memijit pantatku yang montok bersih itu. Akupun makin lama makin melebarkan kedua pahaku.
“Riz…”.
“Iya tan”.
“Kamu mau pegang ‘itu’ tante?”, tanyaku nakal. “Pegang aja Riz, ga pa pa kok”, pancingku lagi.
Fariz memindahlan tangannya dari pantatku kea rah kemaluanku. Dia mulai memegang bulu kemaluanku. Nafsuku makin tidak tertahan.
“Gerakin tanganmu maju mundur Riz”, kataku mengarahkan.
Arizpun mulai menggerakkan tangannya di atas kemaluanku. Gesekan antara tangannya dan bulu kemaluannya makin membuat vaginaku basah. Akupun sedikit menunggingkan badanku untuk mempermudah tangan Fariz bermain di atas kemaluanku.
“Masukin jari tengah kamu Riz”, pintaku setengah memohon.
Farizpun mulai mengerti jalannya permainan ini. Dia mulai memasukkan jari tengahnya kedalan vaginaku sambil terus menggosok-gosoknya. Sentuhan tangannya sesekali menyentuh klitorisku, dan itu makin membuatku bernafsu.
Suaraku makin lama makin meracau karena keenakan.
“Iya Riz..yang itu. Gosok ‘itu’ tante Riz”.
“Yang mana tante?”, katanya polos.
Akupun tersadar, dia masih terlalu polos.
Lalu aku membalikkan tubuhku, sehingga Fariz kini dapat melihat seluruh rubuhku yang telah bugil dengan leluasa.
“Kamu mau pegang payudara tante?”, tanyaku sambil memgang kedua tangannya dan mengarahkannya ke kedua payudaraku. Aku meremas tangannya sehingga tangannya itu meremas kedua buah dadaku.
Setelah meremas-remas buah dadaku, aku pun menarik kepala Fariz dan mengarahkannya ke dadaku. Diapun mulai menjilati putingku, mataku terpejam akupun makin mendesah tidak karuan.
“Oouuh…aaahh…euuhhh…”, aku mulai liar.
Tanganku tidak tinggal diam. Aku mulai meraba celana Fariz dan memegang kemaluannya yang aku yakin sudah tegang dari tadi. Tanganku menarik retsletingnya dan mengeluarkan kemaluannya. Tidak terlalu besar, hanya sedikit lebih panjang dari genggamanku, mungkin karena ia masih kelas 2 SMP. Tanganku mulai memainkan kejantannya, aku mulai mengocoknya.
Akhirnya aku berhenti. Akupun duduk dan mulai melucuti seragam Fariz. Kulihat badannya yang masih polos itu. Kemaluannya baru sedikit ditubuhi bulu-bulu halus. Aku menyuruhnya terlentang. Akupun mulai melakukan oral kepadanya dalam posisi berlutut.
“Hmmph...mmph…mmphh”, suara mulutku yang sedang mengulum batang kemaluannya sambil tanganku memainkan kedua bolanya.
“Aahhhh…ahhhh…enak tan”, Fariz berteriak keenakan.
Fariz merubah posisinya dari tidur menjadi duduk. Tangannya kini memainkan buah dadaku. Sesekali aku berhanti mengulum batang kejantanannya untuk menikmati remasan tangan Fariz. Tangan kiriku kini beralih memainkan klitorisku. Aku benar-benar menikmati semua ini.
Tiba-tiba Fariz berteriak,
“Aa..aa..aaahhhhh, geli banget tan. Aaahh..aaahh…aaahhh…ma..ma..mau kkkelluuaaarrr”, aku makin mempercepat mulutku dan makin menghisap kuat-kuat batang kejantannya.
Tidak berapa lama…..
“AAAAHHHHHHH…AAAHHHHHH…AAAAHHHHHH”, Fariz mengeluarkan cairan spermanya didalam mulutku. Aku sempat terkejut, karena banyak sekali cairan sperma yang dikeluarkan anak kelas 2 SMP ini. Tapi itu kupikir karena jarang sekali bermasturbasi.
Sperma yang telah dikeluar didalam mulutku ku keluarkan lagi ke atas batang kemaluannya, hanya untuk kuhisap lagi. Fariz terlihat begitu menikmati oral seks ini. Akhirnya kutelan semua sperma Fariz, dan kuhisap lagi kemaluannya untuk membersihakan sisa-sisa spermanya.
“Enak Riz?”, tanyaku puas.
“Enak banget tante. Beda ya sama masturbasi”, jawabnya polos.
Aku hanya tertawa sambil menjawab, “ada yang lebih enak, mau?”.
Akupun mulai mengulum kembali batang kejantanan Fariz yang telah terkulai. Aku sengaja melakukan oral terlebih dahulu kepada Fariz, supaya nanti saat permainan utama dia tidak cepat ‘keluar’. Pelan-pelan aku mulai menjilati kemaluannya. Posisi Fariz kini tiduran kembali dengan kedua kaki diangkat, sehingga kepalaku berada dikedua pahanya. Jilatanku mulai berubah menjadi kuluman. Semakin lama semakin cepat, akupun mulai memperkuat hisapanku pada kepala penisnya. Sesekali paha Fariz menjepit kepalaku menahan rasa geli di penisnya. Ketika penis fariz telah berdiri lagi aku menghentikan oralku.
“Eh..kenapa tante?”, tanyanya heran.
“Gantian dong, masa kamu aja yang enak?!”, kataku.
“Maksudnya?”.
Akupun mulai berbaring dan menarik Fariz ke pelukanku. Akupun mulai menciumnya. Mula-mula dia seperti risih, tetapi permainan lidahku mulai mengajarinya untuk berciuman. Kami terus berpelukan sambil berciuman, sesekali penisnya menyentuh klitorisku dan ini membuatku makin menggila. Puas berciuman aku mengarahkan kepalanya ke bauah dadaku. Kini Fariz telah tahu apa yang harus dilakukan.
Nafsuku makin tak tertahan. Aku mengangkat kepala Fariz, “Riz, jilatin ‘itu’ tante”.
“Yang mana tante?”.
Aku mengambil posisi bersandar pada pinggiran tempat tidur. Kutekuk pahaku dan kubuka lebar-lebar pahaku. Kedua tanganku memegang vaginaku, jari-jariku menyisir bulu kemaluan. Setelah terlihat jelas kemaluanku yang telah basah dari tadi, kutunjukan klitorisku dengan kedua jari telunjuk.
“Yang itu Riz, jilatin ‘itu’ tante”, pintaku setengah memelas.
“Yang ini tante?”, katanya sambil menyentuh klitorisku.
Sontak aku menggelinjang, sentuhan tangan Fariz pada klitorisku membuat tubuhku seperti melayang.
Dia tampaknya menikmati hal ini.
“Yang ini ya?”, tanyanya lagi sambil mulai memainkan klitorisku.
“Aaaahhhh…ii..iiyyaaa…yang itu. Ka..kha..kamu nakal ya”, kataku mulai terengah-engah.
“Aaaahhhh…oouuuhh….uuuhhhhh….jilatin aja Riz”, kataku tak tahan sambil menurunkan kepalanya kekemaluanku.
Fariz mulai menjilati vaginaku, mula-mula meras aneh, mungkin karena aroma khas vagina yang telah basah. Akupun makin melebarkan pahaku, sambil tanganku membuka vaginaku agar tampak klitorisku oleh Fariz.
“Jilatin yang ini Riz”, kataku sambil menunjukkan letak klitoris.
Fariz mulai menjilati klitorisku dengan lidahnya. Akupun memegang kepalanya dan menggerakkan kepala Fariz naik turun di atas klitorisku. Gerakan lidah Fariz yang kasar menari diatas klitorisku membuatku hampir mencapai orgasme.
Cepat-cepat kuangkat kepala Fariz dan kutarik badannya kearahku. Dengan tisak sabar kupegang batang kemaluannya yang telah keras kembali, kuarahkan ke vaginaku.
Cllep…bleessshhh…penisnya langsung masuk kedalam vaginaku yang sudah semakin basah.
“Aaaaahhhh…”, teriakku.
Aku mulai memegang pinggang fariz dan menggerakkannya maju mundur.
Plok..plok..plookk…cloopps…clooppss….suara selangkangan kami beradu ditengah semakin banjirnya cairan vaginaku.
“Ooooohhh…aaahhhhh…aaahhh…..aaahhh….aaaa..aaaaa….aaaahhhh…terus Riz…eennaaak”, teriakku.
Aku mulai manarik-narik rambutnya, sambil sesekali kuciumi Fariz dengan brutal.
“Hmmmppph..hmmmppp…aahhhh..hmmpphh…ooohhh….ohhh yyeesss..hmmmppphhhh”.
Kakiku kini melingkari pinggang Fariz agar penisnya bisa masuk sedalam-dalamnya kedalam vaginaku. Tubuhnya menempel dengan tubuhku, kamipun bermandikan keringat. Sensasi bersetubuh dengan bocah polos yang masih perjaka ini benar-benar membuatku bernafsu. Tangan Fariz mulai memainkan kembali buah dadaku. Tidak berapa lama aku merubah posisi. Aku berjongkok di atas Fariz. Ku pegang penisnya dan kumasukkan kedalam vaginaku.
Plok..plok..plok..vaginaku berbunyi karena sangat basah.
Kugoyangkan badanku maju mundur, penis Fariz melesak penuh kedalamku. Goyangan ini makin menggesek klitorisku.
“Aaahhhhh…ooouuuhhhhh….eenaaaakkkkkk”.
Aku tahu sebentar lagi fariz akan ejakulasi yang kedua, sehingga aku marubah posisiku menjadi “doggy style”. Tubuhku bersandar pada sandaran temapt tidur. Fariz tanpa permisi langsung memasukkan penisnya dengan tidak sabar.
“Ah!” jeritku.
Fariz makin tidak sabaran. Dia terus memompa vaginaku dengan batangnya, batang yang baru sekali ini merasakan nikmatnya dunia. Dia terus menggerakkan tubuhnya maju mundur, makin lama makin cepat, sambil tangannya memegang pinggulku.
“Ah..ah..ah…teerrruuus Riz….terruuusss…..aaaaahhhh”.
“Tan, Faarriizz maau kke…..lluaarr….giimaannaa nihhhh…..aahhhh…ahhh?”.
“Ahhh…aahhh…kkee…ahh…keeluaarinn aja Riz…aahhhhh”.
Plok..plook…clooppss….cloppss….
Akupun mulai bersiap meneriam muntahan sperma fariz didalam vaginaku, akupun mulai mencapai orgasme yang sejak tadi kutahan.
“Aahhhhh…tteerrruuussss Rizzzzz…tante ju….Ah!..ga mau keeluuuarrr……aaahhhhh…terusss”.
Fariz terus mempercepat kocokan penisnya di dalam vaginaku.
“aahh…ahhh..AAAAHHHHHHHHH….!!!!”
Fariz memuntahkan seluruh spermanya didalam vaginaku. Kurasakan semprotan kuatnya di dinding vaginaku, seperti dikejutkan oleh sengatan listrik. Vaginaku langsung terasa hangat dan basah oleh cairan spermanya, tapi aku tidak menghentikan goyangannya. Tidak berapa lama….
“Oh…oh…oh…ah..ah..ah..ah..ah..AAAAHHHHHHH!!!!”, akupun berteriak karena orgasme.
Vaginaku makin basah oleh karena cairan kami berdua. Aku tidak membiarkan Fariz melepaskan penisnya dari vaginaku, sambil menggoyang-goyangkan pinggulku.
“Gimana Riz, lebih enak dari yang tadi kan?”, tanyaku.
“He..he..he..iya tan, jauh lebih enak”, jawabnya sambil mengikuti goyangan pinggulku.
Bersamaan dengan mengecilnya penis Fariz, keluar jugalah cairan spermanya dari dalam vaginaku. Cairan sperma itu langsung menempel pada kami berdua. Aku langsung berbalik dan menghisap cairan sperma yang ada pada penis Fariz.
Sambil merasa kegelian Farisz berkata, “Makasih ya tan, ga rugi nganterin tante”.
“Aku juga ga rugi dianterin kamu”, jawabku singkat lalu kembali mengulum penis Fariz.
Setelah penis Fariz bersih dari sperma kamipun berbaring terlentang tanpa pakaian.

Cerita 17Tahun Kisah bersama bos ku.

Belum lama ini saya bergabung dengan sebuah perusahaan eksportir fashion ternama di kotaku. Dan anak gadis pemilik perusahaan itu, Dewi namanya, baru lulus sekolah dari Singapore, umurnya sekitar 23 tahun, cantik dan waktu masih SMA sempat berprofesi sebagai model lokal. Nah, Dewi itu ditugaskan sebagai asisten GM (yaitu saya), jadi tugasnya membantu saya sambil belajar.
Singkat cerita, Dewi semakin dekat dengan saya dan sering bercerita.
"Nico, cowok tuh maunya yang gimana sih. Ehm.., kalo di ranjang maksud gue.."
"Nic, kamu kalo lagi horny, sukanya ngapain?"
"Kamu suka terangsang enggak Nic, kalo liat cewek seksi?"
Yah seperti itulah pertanyaan Dewi kepadaku.
Terus terang percakapan-percakapan kita selang waktu kerja semakin intim dan seringkali sensual.
"Kamu pernah gituan nggak, Wi..?, tanyaku.
"Ehm.. kok mau tau?", tanyanya lagi.
"Iya", kataku.
"Yah, sering sih, namanya juga kebutuhan biologis", jawabnya sambil tersipu malu.
Kaget juga saya mendengar jawabannya seperti itu. Nih anak, kok berani terus terang begitu.
Pernah ketika waktu makan siang, ia kelepasan ngomong.
"Cewek Bali itu lebih gampang diajakin tidur daripada makan siang", katanya sambil matanya menatap nakal.
"Kamu seneng seks?", tanya saya.
"Seneng, tapi saya enggak pandai melayani laki-laki", katanya.
"Kenapa begitu?", tanya saya lagi.
"Iya, sampe sekarang pacarku enggak pernah ngajak kimpoi. Padahal aku sudah kepengen banget."
"Kepengen apa?", tanyanku.
"kimpoi", katanya sambil tertawa.
Suatu ketika ia ke kantor dengan pakaian yang dadanya rendah sekali. Saya mencoba menggodanya, "Wah Dewi kamu kok seksi sekali. Saya bisa lihat tuh bra kamu". Ia tersipu dan menjawab, "Suka enggak?". Saya tersenyum saja. Tapi sore harinya ketika ia masuk ruangan saya, bajunya sudah dikancingkan dengan menggunakan bros. Rupanya dia malu juga. Saya tersenyum, "Saya suka yang tadi."
Suatu ketika, setelah makan siang Dewi mengeluh.
"Kayaknya cowokku itu selingkuh."
"Kenapa?", tanyaku.
"Habis udah hampir sebulan enggak ketemu", katanya.
"Terus enggak.. itu?", tanyaku.
"Apa?"
"Itu.. seks", kataku.
"Yah enggak lah", katanya.
"Kamu pernah onani enggak?", tanyaku.
Dia kaget ketika saya tanya begitu, namun menjawab.
"Ehm... kamu juga suka onani?"
"Suka", jawabku.
"Kamu?", tanyaku.
"Sekali-sekali, kalo lagi horny", jawabnya jujur namun sedikit malu.
Pembicaraan itu menyebabkan saya terangsang, Dewi juga terangsang kelihatannya. Soalnya pembicaraan selanjutnya semakin transparan.
"Dewi, kamu mau gituan enggak."
"Kapan?"
"Sekarang."
Dia tidak menjawab, namun menelan ludah. Saya berpendapat ini artinya dia juga mau. Well, setelah berbulan-bulan flirting, sepertinya kita bakalan just do it nih.
Kubelokkan mobil ke arah motel yang memang dekat dengan kantorku.
"Nic, kamu beneran nih", tanyanya.
"Kamu mau enggak?"
"Saya belum pernah main sama cowok lain selain pacarku."
"Terakhir main kapan?"
"Udah sebulan."
"Trus enggak horny?"
"Ya onani.. lah", jawabnya, semakin transparan. Mukanya agak memerah, mungkin malu atau terangsang. Aku terus terang sudah terangsang. This is the point of no return. Aku sadari sih, ini bakalan complicated. But... nafsuin sih.
"Terus, kapan kamu terakhir dapet orgasme"
"Belum lama ini."
"Gimana?"
"Ya sendirilah.. udah ah, jangan nanya yang gitu."
"Berapakali seminggu kamu onani?", tanyaku mendesaknya.
"Udah ah... yah kalo horny, sesekali lah, enggak sering-sering amat. Lagian kan biasanya ada Andree (cowoknya-red)."
"Kamu enggak ngajak Andree."
"Udah."
"Dan..?"
"Dia bilangnya lagi sibuk, enggak sempet. Main sama cewek lain kali. Biasanya dia enggak pernah nolak."
Siapa sih yang akan menolak, bersenggama sama anak ini. Gila yah, si Dewi ini baru saja lulus kuliah, tapi soal seks sepertinya sudah terbiasa.
"Nic, enggak kebayang main sama orang lain."
"Coba aja main sama saya, nanti kamu tau, kamu suka selingkuh atau enggak."
"Caranya?"
"Kalo kamu enjoy dan bisa ngilangin perasaan bersalah, kamu udah OK buat main sama orang lain. Tapi kalo kamu enggak bisa ngilangin perasaan bersalah, maka udah jangan bikin lagi", kataku.
"Kamu nanti enggak bakal pikir saya cewek nakal."
"Enggaklah, seks itu normal kok. Makanya kita coba sekali ini. Rahasia kamu aman sama saya", kataku setengah membujuk.
"Tapi saya enggak pintar lho, mainnya", katanya. Berarti sudah OK buat ngeseks nih anak.

Mobilku sudah sampai di kamar motel. Aku keluar dan segera kututup pintu rolling door-nya. Kuajak dia masuk ke kamar. Tanpa ditanya, Dewi ternyata sudah terangsang dengan pembicaraan kita di mobil tadi. Dia menggandengku dan segera mengajakku rebahan di atas ranjang.
"Kamu sering main dengan cewek lain, selain pacar kamu, Nic?"
"Yah sering, kalo ketemu yang cocok."
"Ajarin saya yah!"
Tanganku mulai menyentuh dadanya yang membusung. Aku lupa ukurannya, tapi cukup besar. Tanganku terus menyentuhnya. Ia mengerang kecil, "Shh.. geli Nic." Kucium bibirnya dan ia pun membalasnya. Tangannya mulai berani memegang batang kemaluanku yang menegang di balik celanaku.
"Besar juga...", katanya. Matanya setengah terpejam. "Ayo, Nic aku horny nih." Kusingkap perlahan kaos dalamnya, sampai kusentuh buah dadanya, branya kulepas, kusentuh-sentuh putingnya di balik kaosnya. Uh.. sudah mengeras. Kusingkap ke atas kaosnya dan kuciumi puting susunya yang menegang keras sekali, kuhisap dan kugigit pelan-pelan, "Ahh.. ahh.. ahh, terus Nic.. aduh geli... ahh.. ah."
Dewi, yang masih muda ternyata vokal di atas ranjang. Terus kurangsang puting susunya, dan ia hampir setengah berteriak, "Uh.. Nic... uh." Aku sengaja, tidak mau main langsung. Kuciumi terus sampai ke perutnya yang rata, dan pusarnya kuciumi. Hampir lupa, tubuhnya wangi parfum, mungkin Kenzo atau Issey Miyake. Pada saat itu, celanaku sudah terbuka, Aku sudah telanjang, dan batang kemaluanku kupegang dan kukocok-kocok sendiri secara perlahan-lahan. Ah.. nikmat. Bibirnya mencari dan menciumi puting susuku. "Enak.. enak Dewi". Rangsangannya semakin meningkat.
"Aduuhh.. udah deh.. enggak tahan nih", ia menggelinjang dan membuka rok panjangnya sehingga tinggal celana dalamnya, merah berenda. Bibir dan lidahku semakin turun menjelajahi tubuhnya, sampai ke bagian liang kenikmatannya (bulu kemaluannya tidak terlalu lebat dan bersih). Kusentuh perlahan, ternyata basah. Kuciumi liang kenikmatannya yang basah. Kujilat dan kusentuh dengan lidahku. liang kenikmatan Dewi semakin basah dan ia mengerang-erang tidak karuan. Tangannya terangkat ke atas memegang kepalanya. Kupindahkan tangannya, dan yang kanan kuletakkan di atas buah dadanya. Biar ia menyentuh dirinya sendiri. Ia pun merespon dengan memelintir puting susunya.
Kuhentikan kegiatanku menciumi liang kenikmatannya. Aku tidur di sampingnya dan mengocok batang kemaluanku perlahan. Dia menengokku dan tersenyum, "Nic.. kamu merangsang saya."
"Enak.."
"Hmm...", matanya terpejam, tangannya masih memelintir putingnya yang merah mengeras dan tangan yang satunya dia letakkan di atas liang kenikmatannya yang basah. Ia menyentuh dirinya sendiri sambil melihatku menyentuh diriku sendiri. Kami saling bermasturbasi sambil tidur berdampingan.
"Heh.. heh.. heh.. aduh enak, enak", ceracaunya.
"Gile, Nic, gue udah kepengin nih."
"Biar gini aja", kataku.
Tiba-tiba dia berbalik dan menelungkup. Kepalanya di selangkanganku yang tidur telentang. Batang kemaluanku dihisapnya, uh enak banget. Nih cewek sih bukan pemula lagi. Hisapannya cukup baik. Tangannya yang satu masih tetap bermain di liang kenikmatannya. Sekarang tangannya itu ditindihnya dan kelihatan ia sudah memasukkan jarinya.
"Uh... uh... Nic, aku mau keluar nih, kita main enggak?"
Kuhentikan kegiatannya menghisap batang kemaluanku. Aku pun hampir klimaks dibuatnya.
"Duduk di wajahku!", kataku.
"Enggak mau ah."
"Ayo!"
Ia pun kemudian duduk dan menempatkan liang kenikmatannya tepat di wajahku. Lidah dan mulutku kembali memberikan kenikmatan baginya. Responnya mengejutnya, "Aughhh..." setengah berteriak dan kedua tangannya meremas buah dadanya. Kuhisap dan kujilati terus, semakin basah liang kenikmatannya.
Tiba-tiba Dewi berteriak, keras sekali, "Aahhh... ahhh", matanya terpejam dan pinggulnya bergerak-gerak di wajahku. "Aku.. keluar", sambil terus menggoyangkan pinggulnya dan tubuhnya seperti tersentak-sentak. Mungkin inilah orgasme wanita yang paling jelas kulihat. Dan tiba-tiba, keluar cairan membanjir dari liang kenikmatannya. Ini bisa kurasakan dengan jelas, karena mulutku masih menciumi dan menjilatinya.
"Aduh... Nic.. enak banget. Lemes deh", ia terkulai menindihku.
"Enak?", tanyaku.
"Enak banget, kamu pinter yah. Enggak pernah lho aku klimaks kayak tadi."
Aku berbalik, membuka lebar kakinya dan memasukkan batang kemaluanku ke liang kenikmatannya yang basah. Dewi tersenyum, manis dan malu-malu. Kumasukkan, dan tidak terlalu sulit karena sudah sangat basah. Kugenjot perlahan-lahan. Matanya terpejam, menikmati sisa orgasmenya.
"Kamu pernah main sama berapa lelaki, Dewi..?, tanyaku.
"Dua, sama kamu."
"Kalo onani, sejak kapan?"
"Sejak di SMA."
Pinggulnya sekarang mengikuti iramaku mengeluar-masukkan batang kemaluan di liang kenikmatannya.
"Nic, Dewi mau lagi nih." Uh cepat sekali ia terangsang. Dan setelah kurang lebih 3 menit, dia mempercepat gerakannya dan "Uhh... Nic.. Dewi keluar lagi..." Kembali dia tersentak-sentak, meski tidak sehebat tadi.
Akupun tak kuat lagi menahan rangsangan, kucabut batang kemaluanku dan kusodorkan ke mulutnya. Ia mengulumnya dan mengocoknya dengan cepat. Dan "Ahhh..." klimaksku memuncratkan air mani di wajah dan sebagian masuk mulutnya. Tanpa disangka, ia terus melumat batang kemaluanku dan menjilat air maniku. Crazy juga nih anak.
Setelah aku berbaring dan berkata, "Dewi, kamu bercinta dengan baik sekali."
"Kamu juga", mulutnya tersenyum.
Kemudian ia berkata lagi, "Kamu enggak nganggap Dewi nakal kan Nic."
Aku tersenyum dan menjawab, "Kamu enjoy enggak atau merasa bersalah sekarang."
Dia ragu sebentar, dan kemudian menjawab singkat, "Enak.."
"Nah kalau begitu kamu emang nakal", kataku menggodanya.
"Ihh... kok gitu.." Aku merangkulnya dan kita tertidur.
Setelah terbangun, kami mandi dan berpakaian. Kemudian kembali ke kantor. Sampai sekarang kami kadang-kadang masih mampir ke motel. Aku sih santai saja, yang penting rahasia kami berdua tetap terjamin.

Wednesday, January 27, 2010

Teman Baru Yahoo Chat

Perkenalkan dulu bagi pecinta cerita 17tahun dewasa indonesia ini nama gw Novi Gelis!huehuehue…gw dari Bandung dan gw mempunyai teman chating yang selalu setia menemani gw sepanjang malam namanya dedy dia anak Jakarta! Dedy merupakan anak yang baik dan ceplas ceplosan kalau ngomong di chat! dan pembicaraan Kita sudah melewati masa-masa hehehe..sensor dulu yahhh dan kadang berakhir dengan cyber sex! Bukan hanya sekedar babble sex tapi juga sex yg memuaskan, yah walaupun hanya di chat. Akhirnya setelah sekian lama, gw lah yg memberanikan diri datang ke ibu kota untuk menemuinya. Sekalian alliance gitu! Dan malam ini, Dedy berjanji akan mengajakku makan malam bersama.

Malam ini dedy berencana mengajaku makan malam di sebuah tempat yang appropriate katanya! Kami belum pernah ketemu secara langsung dan antara gw dan dedy hanya bertemu di dunia maya saja yaitu babble sama facebook! Alasannya, ya karena gw tidak tinggal di kota yg sama dengannya. Bakalan mahal jika ingin sering bertemu!hehehe…maklum gw anak kere! Keinginan bertemu bukan hanya karena ingin saling kenal lebih dekat tapi juga karena semakin memanasnya pembicaraan kita di chat! Dan akhirnya malam itu kami pun kopi darat di auberge tempat gw menginap


Tepat pukul 7 malam suara bel kamar auberge gw berbunyi !  gw segera menghampiri pintu dan saat  gw buka.., Dedy kulihat berdiri di depan. Tampak gagah dan maskulin. Ternyata tidak jauh berbeda dari foto yg ada pada facebook sama pict di YMnya! Sebaliknya, kulihat Dedy tertegun dengan apa yang kupakai malam ini. gw mengenakan gaun tipis krem sepaha dengan tali kecil di pundak. Matanya masih tertegun melihat bercak 2 bulatan BH 34B di dadaku dan g-string yg tembus pandang tersorot lampu di depan kamar hotel. "Silakan masuk.." kata gw sambil menarik tangannya dengan manja. Hanya saja Dedy sepertinya tidak sabar dengan kedatangan gw yg sudah ditunggu-tunggunya. Tangan gw ditariknya lembut, badan gw dipeluknya dengan hangat. Hingga wajah gw tepat berada di depan wajahnya. "Aku kangen banget sama lo, honey" ucapnya sambil berniat mencium bibir gw. gw berusaha menjauh, tapi tak kulepas dekapannya. Kututup bibirnya dengan telunjukku. "Eiitt.. sabar dong, ded. Masak mau serobot aja sih. " gw mengerling nakal padanya. Dan langsung gw ajak ke daybed di kamar itu. Gw biarkan dia duduk di sana dan bukan di tempat tidur yg terbentang di depan Kita.

"Mau minum apa? gw hanya punya bir dan coca cola kaleng," ucap gw seraya melangkah ke kulkas. "Bir saja, enak minum bir dengan wanita cantik seperti lo," Dedy mulai sadar rupanya.. hingga bisa berbicara lebih banyak. gw tersenyum mendengar ucapannya. gw ambil bir buatnya dan coca cola buat gw sendiri. gw duduk di sebelah kanannya. Saat kuteguk minumanku, kaki kananku kusilakan di atas kaki kiriku. Karena bajuku tidak seberapa panjang, terbuka deh pahaku. Walaupun Dedy juga sedang menegak minumannya, matanya tidak henti-hentinya melihat pahaku yg putih mulus.
"Lo cantik sekali, Novi," tangannya mulai berkelana. Kali ini mengusap-usap pahaku. Dan menggeser badannya. "Lo juga ganteng," bisikku manja di telinganya. Semakin tidak sabaran dia. Nafasnya kudengar sudah tidak teratur. Kaleng birnya dan kaleng coca colaku ditaruhnya di atas meja kecil sebelahnya.

"Aku kangenn banget sama kamu. gw ingin 'telen' kamu.. Sar" gitu istilah Dedy jika ingin mulai main. Kecupan kecil mendarat di bibirku. gw balas dengan lembut. Kulihat matanya penuh dengan rasa kangen. Kecupannya berubah menjadi ciuman yang lebih bernafsu. Lidahnya bermain-main dengan penuh nafsu di mulutku diikuti dengan nafasnya yang tak tertahankan. Begitu lincahnya membuat gw pun mulai terangsang, kubalas juga dengan permainan lidahku di mulutnya. Kehangantan meliputi Kita berdua. Duduk Kita semakin mendekat. Tangan kanannya memelukku dg lembutnya. Tangan kirinya sudah mulai berjalan lebih jauh di pahaku. "hmm.. hmm.." desahku seirama permainan lidah Kita. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya. "Aku kangen lo juga, win" di sela-sela permainan lidah Kita.

Hingga akhirnya Dedy tak tahan, dan dengan perlahan namun pasti Dedy membuka gaunku tanpa mengurangi kehangatan Kita. Sekarang tinggal bra tanpa tali dan g-string putihku. Kulihat matanya terpukau dengan pemandangan di depannya. "Bikin lo tambah kepingin, ya win," kerlingku nakal. "Iya, honey.." jawabnya sambil tangannya mulai menjelajahi lipatan gunungku. Dielusnya, dipandangnya, dielusnya lagi dan dikecupnya bra ku. Ahh.. lembutnya. "Kita ga jadi makan malam, ded?" tanyaku mangingatkan. "Ga laper gw, gw lebih laper kamu.." senyumnya. Sambil perlahan berdiri, gw tarik tangannya. Dengan isyarat mataku, Dedy tahu gw minta dia berpindah ke tempat tidur. Kudorong dia, mengisyaratkan supaya dia berbaring di tempat tidur. Kubiarkan dia bertanya-tanya dalam hati. Dengan pakaian yang lengkap kubiarkan dia berbaring. gw naik juga ke tempat tidur, dengan hanya mengenakan bra dan g-string. gw naik ke atasnya. Kucium lembut bibirnya. Perlahan gw buka kancing kemejanya. Dibantunya gw dengan sedikit mengangkat badannya, hingga gw bisa melepaskan kemejanya dengan mudah. Di hadapanku sekarang terbentang dada bidangnya. Kucium perlahan dadanya. Kujilat-jilat putingnya, yang kiri .. yang kanan. gw tak tahu apa yg dirasakannya. Yang kutahu tangannya mengelus-elus lembut rambutku. "Novi.. enak honey.." lidahku meneruskan perjalanannya. Sedikit ke bawah, jilatanku semakin membuatnya semakin gemas mengusap-usap rambutku. Perutnya pun tak lepas dari jilatanku. "Lo pintar ya.." bisiknya tertahan.

Hingga ke bawah perut. Masih ada celana panjang yg menutup gerakan-gerakan tak karuan dibaliknya. Ada onggokan yg ingin segera terlepaskan. gw lirik Dedy, dan matanya memintaku untuk membebaskan. gw menggeleng nakal.. "Ngga, ah.. sabar dong.." gw lanjutkan lagi kecupanku. gw kecup tonjolan itu. Cup..cup..cup.. gw tersenyum lebar, sewaktu kulihat matanya memohon dengan sangat. "Tunggu ya.. gw pingin kecup dari luar dulu." gw kecup lagi. gw masukan tonjolan itu di mulutku. "Novi nakal ya.. buka dong, honey. gw ngga tahan, nih" Akhirnya kubuka ikat pinggangnya. Dan resletingnya. Kulirik lagi, matanya sudah semakin memohon. Akhirnya kubuka celana panjangnya. Terpikir lagi keinginan untuk mengganggunya. Kubiarkan CD nya. Kukecup lagi tonjolannya yang sudah semakin besar itu. Ahh.. kalo mau jujur, gw juga sudah tidak tahan melihatnya. Ingin kutelan rasanya. Tapi gw ingin mengganggunya juga.. hehe.. gw masukan tonjolan itu ke mulutku. Kukulum perlahan. Ahh.. gerakannya semakin tak karuan. "Novi.. buka honey, bukaa.."

Aku buka juga akhirnya. WOW.. besaarr sekalii.. gw tak percaya mataku. Dengan tak sabar kupegang batang besar itu. gw usap-usap. "Suka honey?" tanya Dedy. "Suka banget. Punyamu besar banget!! gw jilat-jilat pinggirannya. Dari atas ke bawah, gw balik lagi dari bawah ke atas. Sesekali kurasakan gerakannya yg semakin tak henti. "Enakk honeyg.. teruuss.." pintanya. Kujilat belahannya. Lidahku bermain-main di sana. Membuat gerakan nakal. Semakin cepat, seirama kocokan tanganku yang juga semakin cepat. gw masukan kepalanya ke mulutku. gw sedot seperti makan es krim. Sesekali lidahku bermain di belahannya. "Aghh.. enakk.." gw semakin menjadi-jadi mendengar erangannya. Kubuka bra ku. Biar gerakanku semakin lepas. Kusentuh buah dadaku dengan kontolnya. Kuputar-putar kontolnya mengelilingi dadaku. Melingkari bongkahanku dan putingku. Yg kiri.. yg kanan.. ahh.. enaknya. Kumasukan lagi ke mulutku, kali ini lebih dalam. Hampir menyentuh ujung mulutku. Aghh.. sedapnya. Aku sedoott lebih lama. "srrpp.. srpp.." gw mainkan juga lidahku di dalam sana. Kuempot sampe terdengar suaraku sendiri. "Aghh.. enak honey. Enak banget. Lo pinterr.. terus honey.." erangnya. Kulepas lagi.. kali ini tanganku yg bermain. Kukocok perlahan, perlahan dan akhirnya lebih cepat. Matanya terpejam menahan gejolak yg ada. Kutahu.. pasti dia tidak mau keluar sekarang. Hehe.. dasar cowok. gw mau kerjain lagi ahh..

Kulepas batangnya. Dedy terkaget-kaget. "Kok udahan, honey. gw belum puas nih.." gw hanya tersernyum. gw kecup bibirnya dan memintanya untuk berlutut di ujung tempat tidur. Gantian gw yang merebahkan tubuhku di hadapannya. "Mainkan kontolmu, ded.. kocok-kocok sendiri ya. gw suka liat cowok mengocok kontolnya. " Dia mengerti maksudku. gw memang suka bangeett. Hadiahnya, gw juga mau beronani di hadapannya. gw pejamkan mataku.. tanganku bergerilya di tubuhku. Tangan kiri dan kananku bermain di dadaku. Ahh.. enaknya sentuhanku sendiri. gw basahi jari telunjuk tangan kananku dengan memasukkan ke mulutku. Kubuka mataku, ingin kuliat apa yg sedang Dedy perbuat. Ah gantengnya. Dengan kontol yang sudah membesar, dikocok-kocoknya terus batangnya. Bikin gw semakin terangsang.


Aku masukan jariku perlahan ke mulutku.. kukulum jariku..kusedot. Kunikmati getaran yg ada. "Ehmm..mhhmm.." sambil mendesah-desah, badanku kugoyangkan. Kubasahi putingku dg jariku. Kulingkari putingku, sambil kulirik Dedy dengan lirikan nakal. "Lo nakal, yaa.." sahut Dedy sambil mengocok kontolnya. Matanya memancarkan kesenangan sekaligus, kelaparannya.. Kubasahi lagi sebelah buah dadaku. Kulingkari lagi.. "Uuughh.. " erangku menahan sensasi. Kemudian tangan kananku turun ke bawah.. ke perutku.. "Ughhghh.." badanku kuangkat sedikit ke atas. "Terus honey.." Dedy tak tahan lagi menunggu jalannya tanganku. Kuturunkan lagi. Ke atas g-stringku. Kugosok-gosok perlahan. Sambil mendesah.."mmhhmm..ehmm.." Kuselipkan satu jari ke baliknya. "Aghh..".. kurasakan memek gw sudah basah. Semakin mudahnya gw memainkan jariku di sana. "Kasih liat bell honey.." Dedy memohon supaya gw membuka g-stringku. gw semakin menjadi-jadi.. "Sabar dong, win.." sambil jariku kumasukan ke memek gw.."AGGgghh.." oh nikmatnya.. tangan kiriku semakin gencarnya meremas-remas buah dadaku. Gerakan badanku semakin tak karuan. Bergoyang ke sana kemari.

Akhirnya kubuka g-stringku. Kuturunkan perlahan. Sampai di lututku.."Bukain dong, win.." dengan cepat ditariknya g-stringku. "Ngga tahan ya.." kerlingku lagi. Kubuka pahaku lebar-lebar. Biar Dedy bisa melihat lebih jelas. Kumasukkan jari telunjuk kananku ke memek gw. "Aaagghh..nikmat.." maju mundur.. pelan-pelan. Kunikmati sensasi yg ada. memek gw semakin basah. Kutambahkan jariku, kali ini 2 jari. "Aghh.. " kugoyangkan badanku. Ketika jariku keluar, kuarahkan badanku ke jari. Ketika kumasukan kumundurkan badanku. Semakin licinn.. semakin dalamm.. semakin menggila kumasukan jarikuu.. "Oghh..Oghh.." Tangan kiriku berpindah. Kugunakan jari kiriku memainkan klitorisku. "aghh.. " semakin absolutist semakin tak terbendung lagi.. kugerak-gerakkan terus jariku. Keluar masuk. Keluar masuk. Semakin cepat. Akhirnya.. "Ahh.." gw tak tahan lagii.. becek deh. Basah. Becek. gw lemas.. Di ujung sana, Dedy tersenyum puas melihat pemandangan tadi. "Lo cantik sekali, honey.. gw suka melihatnya." Dedy mendekatkan wajahnya ke wajahku.

"Masih mau gw?" tanyaku. "Mau bell honey.." Kita berciuman lagi. kontolnya yg besar, terasa di belahan pahaku. Kadang terasa menyenggol memek gw. Ciumannya yg lembut sangat menyentuh. Lidahnya mencari-cari lidahku. Dedy tahu sekali menghidupkan gariahku kembali. Nakal dia, di awal-awal babble Kita, dia menyelidiki apa yang gw suka. Kini badan Kita yg tanpa benang sehelaipun saling berpelukan dalam kehangatan. "mmhh..hmm." desahku merasakan lembut ciumannya. Ciuman Dedy berpindah ke leherku, dijilatnya leherku, yg semakin membuat gw terangsang! "Dedyy..""Ya honey.." Jilatannya semakin turun, ke dadaku.. ke buah dadaku. "Aghh.." kurasakan buah dada kiriku basah oleh jilatannya. Sementara yg kanan diremas-remas olehnya. "Enak, ded.." dijilatnya yg kanan, dan yg kiri diremas-remasnya. "Ded.. teruss.. turun win.." Mukanya terangkat.. "Sabar bell honey.." gantian lirikan nakalnya menggangguku. "Lo jahatt.. " ujarku sambil mengelus-elus kepalanya. Jilatannya semakin turun. Perutku kena gilirannya. Diputar-putar lidahnya di pusarku. "Aghh.." semakin turun lagi. Dibukanya pahaku lebih lebar. Jarinya membuka memek gw. Kurasakan klitorisku dijilatnya lembut.. "Ughh.. enak ded.." Dikulumnya hangat. Semakin absolutist semakin cepat. "ded.. enakk.." bukan lagi klitorisku yg dijilatnya. Semakin ke bawah.. memek gw dibukanya dengan kedua jarinya. Supaya lidahnya bisa masuk leluasa.."Oughh.. ennaakk .. ded.." pantatku melonjak-lonjak kenikmatan.


Dimasukkan lagi lidahnya lebih dalam, bikin gw semakin tak kuasa menahan gerakan pinggulku. "Enak ded.. ohh..oh.. enak ded.." Dedy semakin bernafsu mendengar eranganku. Sodokan lidahnya semakin menjadi-jadi. Biarpun badanku tak bisa diam, Dedy tak perduli.. "Dedyn.. enak bangett..teruuss" pantatku sedikit diangkatnya. Sekarang bukan hanya memek gw yg dijilat tapi juga lubang anusku. Dijilatinya memutar lubang anusku. Sensasinya berbeda sekali. Jilatannya kembali ke memek gw. Dengan posisi memek gw agak di atas, dimasukannya memek gw ke dalam mulutnya. gw kaget sekali tapi enakk.. "Dedyn.. lo apain memek gw.." Dedy tak menggubris, semakin dilahapnya memek gw. Diisep, dijilat, trus diisep lagi .. disedotnya klitorisku dengan sedotan yg wowww.. gw ga tau lagi apa perasaanku yg ada gw menjeritt.. "Agghh.. Dedyn.." kurasakan cairan hangat keluar dari memek gw. Gilaa.. lemes gw.

Tapi Dedy ngga mau menunggu absolutist lagi. Ditindihnya tubuhku. Dibukanya pahaku. Didekatkannya batangnya ke lubang memek gw. Digesek-gesek.. "ouhh.." dimasukkannya perlahan-lahan .. "Aahh.." rintihku. Kupejamkan mataku menikmati. Oughh.. nikmatnya. Sedikit demi sedikit batangnya menembus lebih dalam. "Achh.. enakk..teruss ded.." Dedy menggerak-gerakkan badannya. Didorongnya perlahan.. "AAagghh.. yg cepat win.. yg keras.. " pintaku. Gerakannya berubah cepat. Dorongannya pun semakin keras, hingga badanku ikut terdorong. "Ooohh enakk.. teruuss.." kontolnya terasa nikmat. "Enak honeyyyyy..?" . "Iya.. teruss ded.." Aku semakin menggila, kakiku kuangkat dan kulipat mengelilingi pinggangnya. Kujepit absolutist tatkala Dedy mendorong masuk. "Ohh.." Gerakannya bukan hanya semakin keras tapi juga semakin cepat. Tubuhku juga semakin cepat bergerak mengikuti iramanya. "Aghh.. Sar, memiaw lo enakk.." kali ini bukan hanya eranganku, tapi juga erangannya. "Punyamu juga enak, honeyg.."

Tak disangka, Dedy mencabut kontolnya dan mengubah posisiku ke active style. Sleebb.. kontolnya menembus memek gw yang basah kuyub. "Oughh.. ennaakk honeyg.." kuputar-putar pantatku mengimbangi permainannya. "Novih.. gila kamuu.."".. teruuss masukin memek gw. Yang keras ded.." Dedy semakin mengganas, erangannya pun tak kalah ganas.."Agghh.. memek lo novi..enakk.. enak ngentot sama lo honeyg..aghh.." kata-katanya sudah tak beraturan. Badannya terus bergerak. Mendorong kontolnya yg uenakk banget. Dikecupnya punggungku, diremasnya buah dadaku. Semakin membuatku ke puncak kenikmatan.. "Ded.. gw mau keluaar..""Tunggu honeyg.. tahan bentarr.." gerakannya semakin cepat dan semakin cheat "Aghh.." erangannya semakin tak karuan. Semakin cepat, semakin liar.. gw semakin tak tahan.. "Ded.. " bersamaan.. jeritanku berpadu dengan jeritan keras Dedy.. "Achh.. gw keluar honeyg.. achh.." kurasakan cairan hangat membasahi memek gw berpadu dengan cairanku. Lemasnya lemasnya..

Tubuh Dedy memeluk erat tubuh gw dan gw menjatuhkan diri ke tempat tidur. gw balikkan badan ku yang masih telanjang bulat tanpa sehelai pakaianpu. Kupeluk erat tubuhnya " terima kasih cinta. sudah memuaskan gw." dedy mengecup kening gw!
"Ternyata lo seperti yg gw bayangkan. Cantik dan cheat di tempat tidur. gw suka banget! Kitapun berpelukan, lupa akan janji Kita malam itu, untuk makan malam bersama!hehehe…keenakan ngentot jadi lupa makan ni ceritanya!cerita sex dewasa ini akan bersambung ke cerita sex – ngentot dengan teman babble di auberge allotment 2! Stay tune terus di situs cerita sex kesayangan kita bersama ini!
 Mippin feed validation KEY=58870cb8

Cerita Ngentot Si Chika Montok

Hai… pencinta Cerita Dewasa Indo! cerita 17tahun  kali ini terjadi sebulan yang lalu! gw akan cerita dari awal mengapa bisa terjadinya ngentot cewek perawan untuk pertama kalinya... Nama gw Wira , gw kuliah di salah satu university negri di Jakarta... gw punya temen kuliah di bagian Design di jakarta juga... namanya Chika ( bukan chika yang dari bandung lo ), umurnya 21 tahun, ukuran bra nya 33 B, perawakan tinggi 173cm, beratnya gw kurang tau pokoknya langsing, padat dan aduh hai montoknya! Cerita ini berawal sewaktu gw maen ke apartementnya... kebetulan chika anak orang kaya, ortunya punya accommodation di malaysia... minggu pertama kita sering kali bertemu di mall, ato bioskop... kadang hanya sedikit nyerempet ngebahas ttg masalah cowoknya nah, suatu hari kita nonton midnight nich... ( santai bos, blum ada adengan dewasa 17tahun )... nonton nya ga seberapa seru, soalnya nonton 007 Quantum of Solace, awal nonton duduk masih biasa, tapi dah 1 jam lebih mulai dech duduknya menempel! kebetulan dudukan tangan pada kursi bisa diangkat, jadi mayan deh... kekekek... ga absolutist kemudian, chika minta di peluk, karena dingin nya AC di bioskop itu! yah gw pikir, kesempatan deh dalam kesempitan... tapi masih polos, gw pikir, yah namanya orang kedinginan butuh kehangatan... gw peluk deh... gw usap-usap tangannya ampe yang ada malah ade gw minta... celana dah sempit, kebetulan siska cuma pake hot pants, bodice ketat warna putih dan agak transparan!hihihi..jadi ngaceng lagi nyeritain kisah seks ini!

setelah ampir 30 menit usap sana - sini, mulai deh, gw bilang: Chika, duduknya nyandar ke badan gw ajah, biar lebih angetsiska tanpa pikir panjang ato nolak, langsung duduk nyandar ke badan gw... rasanya nikmat bro... pas nonton, tiba-tiba Chika bunyi... uch....!!! gw tanya ada apa...? chika bilang: kok ada yang ngeganjel yah di pinggang belakang sayang, gw cuma minta maap, n bilang kalo paha gw gatel, jadi ga sengaja kecolok!hihihihihi... ( padahal Mr P gw udah ga tahan nich ) kejadian di bioskop cuma rangkul, peluk dan usap belaka kok... tapi karena hal itu, chika jadi beda ma gw... dari bioskop kita pulang jam 1.25 subuh... jalan ke rumahnya, kira-kira 25menitan!di deket rumahnya ( accommodation ), ada auberge mesum aka auberge Short time, gw isenk nanya ma chika... gw boleh ga ikut tidur di rumah loe ka? klo ga gw belok sini deh, chika cuma bilang : cuma nginep yah wir, ga ngapain kan....?, ane cuma jawab: oke deh, nginep doank,ga ngapai ngapain kok saying!. Horaiiii… akhirnya ada tanda2 bagus nich, bisa nginep!hehehehe…. Apartementnya lantai 22, ada 1 ruang tidur, 1 dapur, 2 kamar mandi, dan 1 ruang tamu! pas sampai di sana, chika bilang: wir, gw bikin tugas akhir dulu yah, klo mo bobok, bobok ajah dulu... gw cuma bilang: okey sayang, tapi pengen di cium bobo dulu donk cinta... ( pura-pura manja!kekeke… )... trus si chika bilang apaan sich, kayak anak kecil ajah, nanti kalau dah bobok, di cium di mimpi, katanya!hi mod : pasrah. ya udah gw tidur-tiduran di sofa, sebelah chika... chika ngerjain tugasnya  sampe jam 2.30 subuh... pas chika, mo matiin lampu, ehhh gw terbangun n pas lampu mati, gw langsung dia peluk dari belakang, dan gw cium bibirnya yg begitu mengoda.... chika ga bicara ato nolak sama sekali perlakuan gw, awalnya chika cuma diem dan kaget... tapi lama-lama permainan lidah pun terjadi!hihihi.... sesekali, chika mendesah... uhhhh... soalnya tangan gw juga pengen ikut ambil bagian di perut dan dadanya!pergulatan lidah terjadi sekitar 10menitan, dan chika bilang udah yah sayang... gw cuma bilang, tar lagi cinta... udah ga tahan nich... trus gw buka bajunya sedikit, dan chika buka semuanya!asoiiiiiii…..akhirnya lampu hijau sudah terbuka! dan gw makin puas maenin toketnya yang montok dan aduhai... niples nya aduhai, sambil dibuka, ane plintir-plintir, ane usap-usap, ane cium-cium ampe ane kulum-kulum tuch putingnya yg bewarna pink! tiap gw maenin putingnya, chika suka, uhhhh.... ahhhh.... ahhhhh.... lagi yang cepet.... ga sadar, kami pun dah di daybed tempat ane tiduran... posisi kami, dah kayak orang pacaran... chika tanpa busana, hanya g-string  warna hitam! permainan lidah yang berulang dan permainan puting yang berkali-kali membuat gw ga tahan, dan meraba-raba bagian paha chika!chika cuma bilang: harus sopan yah...!!? , gw cuma senyum dan masuk deh tangan gw ke dalam g-string  nya yang wow bikin kontol gw ngaceng ... gw usap2 dan raba dan sedikit tekan lubang memeknya... sesekali chika merintih, ohhhhhh...... mendengar itu smua, ngebuat gw makin semangat...

Akhirnya ane buka seluruh CD g-string  nya dan gw jilatin tu memek ampe si chika merintih, wirr ga tahan...... ooohhhhh.... oooh........ gw juga ga tahan, akhirnya gw buka celana panjang dan boker gw, dan chika jilatin deh kontol gw juga, dah kayak posisi 69 deh maknyus banget.... akhirnya kontol udah kepingin langsung masuk tu ke memeknya si chika bugil!trus gw arahin ke mulutnya... pas kontol gw ada di mulutnya ganti posisi, ane tiduran dan chika merangkak, mengulum kemaluan gw... akhirnya sekitar 8 menit di kulum, ane muncrat deh di mulutnya... chika cuma bilang: kok asin sich, tapi enak... mau lagi donk sayang ane cuma bilang dalam hati, wah gawat, musti cepet accretion nich... ambil gw recovery, gw n chika istirahat bentar, ambil minum dan usap-usap doank tu kulit mulusnya... trus chika cerita, dulu tiap kali jadian, mantan-mantannya selalu minta ML alias ngentot ma dia, tapi chika tolak dan putusin, tapi skarang chika malah lakuin sama gw! nah, gw cuma bilang, hihihi… chika cuma ketawa dan senyum... akhirnya.....chika buka tuh pahanya.... arahin kontol gw ke lubang merah muda memeknya... trus gw  bilang: masih perawan kan sayang? , chika jawab masih, jadi jangan crot di dalem yah sayang, di mulut lagi ajah, takut hamil... tuturnya dengan kepolosannya, dan kebetulan gw ga suka ngentot pake kondom... jadi gw masukin pelan-pelan tuch senjata andalan gw...

sedikit demi sedikit rintihan dari mulut imoet chika keluar, dan mulai mengeras... matanya terbelalak dan giginya menggigit bibir bagian bawahnya, ane tanya: sakit ya sayang? klo sakit bilang yah!, chika cuma senyum..... akhirnya setelah ampir 4 menit ane pelan-pelan ane dah masuk 1/5 dan coblos deh dinding nya... pas chika di coblos, ada sedikit rintihan dan teriakan... uhhhhhhh sakiiiiit..... opsttttttttt..... ahhhhhhhhhhh......... pas dah di dalam, ane diem sejenak, terasa tiap dinding memompa kontol gw... rasanya enak dan nikmat bener bener maknyus ni ngentot si chika perawan, akhirnya ane posisi tiduran dan chika duduk di atas ane... dan mulai deh... one, two, three.... mainkan.... chika capital kuda-kudaan  di atas gw, dan mulai dari bunyi-bunyi aneh.... aaaaaaaahhhhh..... ooooohhhhh..... aaaaahhhhhh..... dan ga absolutist kemudian, basah deh.... ternyata chika masturbasi duluan.... trus gw telentangin tu si chika, dan ane genjot terus sampe toketnya ngenceng dan nafasnya engos engosan... gw cium dan akhirnya ane semprotkan tu sperma gw di dalem memeknya!
chika, cuma nangis dan senyum, soalnya baru pertama kali ML dan keperawanan nya gw embat!chika dan ane tertidur ampe jam 9 pagi! dan pagi-pagi ane mandiin tu si chika... mandi berdua juga... trus ane buka in situs www.ceritaindonesia.info.. gw bilang sama chika, ada cerita horor, seru mau baca ga...? (kebetulan chika seneng blur horor ), chika bilang mau donk sayang ( padahal ane bukain ttg cerita ngentot dewasa 17 tahun! Trus gw  bilang, baca dulu ya  ntar kasi comment!

Trus pas chika baca, matanya bingung dan pas ane lagi sarapan, chika kok kayak merem - melek sendiri!hihihihi….. trus sesekali bunyi ahhh... ternyata oh ternyata, chika terangsang, tangan nya masuk ke dalam CD dan usap2 sendiri tu mekinya setelah sarapan ane tanya ma chika, mau ngentot lagi saying? chika cuma senyum dan bilang, coba lagi yah kayak di cerita dewasa 17 tahun... kayaknya asik... dan akhirnya chika mulai terangsang deh... dan ane maenin tiap bold dengan memberi bacaan seru dari ceritaindonesia.info! cerita sex ini sampai sekarang masih terus terjadi setiap hari! Chika ohh chika sunguh indahnya dunia ini setelah ngentot denganmu dan untuk pertama kalinya ngedapatin gadis perawan!

Ngentot Yang Asyik

Ok cerita 17tahun dewasa berikut ini dikirimkan oleh affiliate baru disini dan baru pertama kali menulis cerita sex, dia menceritakan kisah pribadinya yaitu cerita sex ngentot dengan suamiku sendiri, berikut pengalamanku akan ku ceritakan disini cerita sex ini bermula ketika ancestor pulang kerumah waktu itu!waktu da berlalu aku duduk di sebelah ancestor nemenin ancestor yang lagi baca cerita dewasa 17tahun keatas di blog ini. sambil ancestor baca ancestor juga nakal manin payu dara aku dari luar yang sekarang terlihat bertambah besar karena kreatifitas ancestor sambil ciuman ma aku dan mainin lidah aku. aku juga gak maw kalah aku pun mainin mrP ancestor yang sudah mulai mengerasdari tadi.kenakalan tangan ancestor mulai ngelunjak, ancestor mulai mainin tangannya sambil mainin bibir vagina aku dari luar,, dan aku juga megang2 penis ancestor dari luar,! "ah,,!!" aku mulai ngerasa darahQ berdesir keatas kepala karena pijitan tangan ancestor di msV aku. dan ancestor mulai memasukkan tangannya ke dalam celana dalam aku dan mulai mainin vagina aku yang sudah mulai sedikit basah.

Dimulai dengan desahan kecil di telinga ancestor dan mulai menggelinjang karena ancestor mulai mainin klitoris aku yang sudah menyumbal,!! "dikulum ya ma,!!tanpa berfikir panjang aku mengulum mrP papa,! "ah... sshh..ahh.." naik turun aku mengulum penis ancestor yang sudah memerah. "ma ke kamar mandi bentar ya,,??!!!" rengek ancestor ma aku. dengar rengekan ancestor aku mengiyakan. tanpa berfikir panjang aku masuk kamar mandi dan memeluk ancestor sambil bibir kami bepagutan dan memainkan lidah. tanpa sadar ancestor sudah melepas celana aku dan aku terlihat setengah bugil, terlihat msV aku dengan ditumbuhi bulu2 semakin membuat ancestor asyik dan mulai mainin labio mayora aku yang mulai basah,,!! "Ugghh..Aacchh.. " desahan ancestor dan aku mulai memanas di kamar mandi aku yang bercampur syahwat kami berdua.papa mulai mengarahkan penisnya ke lubang vagina aku dari arah belakang dengan posisi doggystyle. sedkit susah tapi dengan bantuan tangan ancestor akhirnya masuk juga,, Aacchh.. Aacchh.. Aacchh.. cara ini mulai bikin ancestor mati gaya dan bernafsu. sampai akhirnya crot... crot... dan ancestor udahin,,!!

cerita dewasa allotment 2 setelah jalan aku dan ancestor kecapekan dan duduk bersebelahan dengan aku menghisap tangan papa. tapi hisapan itu mungkin membawa ancestor ke syahwatnya. dan aku mulai dengan persenggamaan aku yang ke 2. aku baru kali ini ngerasain badan aku menggelinjang karena orgasme. karena tangan ancestor yang mainin klitoris aku dengan cepat. "achh...ach... pa gak kuat,,!!" dan aku mulai mengulum penis papa. terasa asin kenikmatan,. sambil aku mengocok dan mengulum paenis papa, ancestor juga mainin payu dara aku dan memijit klitoris aku.

dan gak absolutist aku berciuman dan ancestor mulai mengarahkan penisnya di lobang surgawi aku,!! "ach,,, desahan ancestor semakin membuat aku menggelinjang karena goyangan pantat ancestor yang seirama dan cepat. karena itu membuat aku semakin bergairah. pantat aku dan ancestor mulai naik turun berirama. dan ancestor semakin bersemangat untuk memainkan rudalnya dengan cepat. "achh,,,ach,,,ocjhh,," semakin cepat dan crot crot ancestor mulai mengeluarkan spermanya diluar.papa memasukkan lagi dan aku menggoyangkan pantat aku,, karena dengan tongkol yang terbenam di vagina aku aku mendapatkan kenikmatan yang luar biasa,!! dan keluar lagi..!! " da ya!!?" ancestor minta udahan tapi dorngan aku dan syahwat aku melihat tongkol ancestor semakin dahsyat dan aku memeluk ancestor dengan nafsu dengan sedikit menggesekkan vagina aku di tongkol ancestor yang sudah lemas.

tapi melihat aku yang masih pengen ngelanjuin, ancestor mulai berusaha menaikan kembali senjatanya dengan menggesekkan ke vagina aku dan tangannya mulai mainin klitoris aku. dan aku berusaha mengulum lagi dengan nafsunya,! berawal dari batang penisnya ampek telurnya aku lumat dan kulum dengan nafsu."aahh.. uhh.. mm.." masukkan lagi ya pa!!?? minta aku.!! dan ach,,!!! ancestor uda masukin tongkolnya yang mulai mendongak lagi,,!!dan apap mengarahkan mrP nya ke vagina aku dan "bles.." aku berusaha buat meredamkan penis ancestor semakin absolutist di vagina aku,,!! dan aku menahan ancestor untuk ngeluarin senjatanya dari sarungnya. dan "ach,,!!" aku mulai menggelinjang lagi,,!! ancestor mulai menggoyang dan menaik turunkan tongkolnya!!?? karena posisi tersebut membuat rudalnya semakin bergesekan dengan klitoris aku, sehingga hal itu membuat aku semakin terbakar birahinya.

uhhhhh lanjutttkann pa da biarin di daalam aja achh..." sambil aku menahan aku juga mulai menciumi badan dan bibir pApa. absolutist bgt aku meredamkan tongkol ancestor dan ancestor juga mengimbangi denag goyangan naik turun,,!! dan crot..crot...croott.. untuk sekian kalinya aku dan ancestor orgasme,!! dan aku mengakhiri persenggamaan kita dengan badan yang bercucuran keringat dan letih,,!!!dan makasih ya pa,,! tapi aku sedikit nyesel dan kecewa,,!!hihihi...sorry ya cerita sex ngentot dengan suamiku sendiri ini agak sedikit bikin pusing maklum baru pertama bikin cerita dewasa kerana terpengaruh dari situs cerita dewasa terbaik ini! salam kenal dari merry

Cerita Panas Popular